tembang di ladang jiwa..
November 11th, 2010 by Adel Ilyas
.
beberapa berubah, juga nama dan juga suasana
namun aku-nya aku tetaplah yang ini
sebagaimana pernah kau kenal
Aku akan mulai menyebut diriku sebagai penulis blog, bukan blogger, narablog, blogador atau apapunlah sebutan lain. Sebutan penulis lebih membuat hatiku hangat, lebih penuh dorongan kepada hasrat menulisku agar kembali muncul ke permukaan, karena memang aku perlu menulis, sebab menulis mampu menjaga supaya aku tetap waras. Waras yang geje tentu saja.
Lj, kenapa ‘returns’ siyh..? hehhehh.. return dengan template yang sama, gaya bahasa yang tak berubah, bahasan hal² geje yang ituitu juga, karena aku memang tak bisa menulis dengan cara yang berbeda. Trus ngapain return? lagilagi biar waras tentu saja.
Membangun kepercayaan diri dalam menulis kadang sulit dipertahankan, seringnya malah termangu bila perjalanan mulai meliuk seperti kelok 44 di danau Maninjau, ada kalanya terdiam karena berkonsentrasi agar aku bisa sampai tujuan tanpa harus memuntahkan seluruh isi perut.
Tentang ‘konsep menulis yang ideal’ juga menghantui, seringnya menjadi masalah basi yang tentu saja masih terkait dengan kepercayaan diriku, padahal hantu bernama ‘konsep menulis yang ideal’ itu tak pernah kulihat wujudnya seperti apa. Bila kutanyakan kepadamu juga percuma, karena ukuran yang kita pakai tentang kata ‘ideal’ sudahlah pasti berbeda.
Jadi baiklah, aku menulis di sini adalah lantaran oleh karena sebab akibat adanya yang kasih pinjam LJ.com sampai setahun ke depan, menyumbang semacam keberagaman di dunia blogging. Beragam itu indah bagiku, bagimu..? belum tentu!
tumbuh – bertunas – patah – mati – tumbuh – bertunas – patah – mati – tumbuh – bertunas – patah – mati – tumbuh – bertunas – patah – mati – tumbuh – bertunas – patah – mati – tumbuh..
note: gravatar LJ ~ Anai Eye
pesanan khusus pada seniman lukis Vyan RH
fiona fung – proud of you
Fiona Fung – Proud of You
Love in your eyes
Sitting silent by my side
Going on Holding hand
Walking through the nights
Hold me up Hold me tight
Lift me up to touch the sky
Teaching me to love with heart
Helping me open my mind
I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
The heaven in the sky
Stars in the sky
Wishing once upon a time
Give me love Make me smile
Till the end of life
Hold me up Hold me tight
Lift me up to touch the sky
Teaching me to love with heart
Helping me open my mind
I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
The heaven in the sky
Can’t you believe that you light up my way
No matter how that ease my path
I’ll never lose my faith
See me fly
I’m proud to fly up high
Show you the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m singing in the sky
Show you the best of mine
The heaven in the sky
Nothing can stop me
Spread my wings so wide
ah… “keberagaman”, kata yang seringkali membuatku alergi ?. Beragam tentu indah coz itu adalah fitrah tetapi keberagaman ala “liberal” adalah keberagaman liar atas syahwat yang terpelihara terlalu kuat, semoga arti keberagamanmu sama dengan keberagamanku, bukan keberagaman syahwat akan akal yang tersesat.
Ferry ZK recently posted..Poetry Hujan : Purnama di malam gerimis
hoho baru baca tulisan bundo yang dihalaman ini…
istilah yang bagus juga ya..tentang penulis blog..
isil recently posted..Ini Cara Kami Memperlakukan Perempuan Kami
salam kenal Bundo… (aku bingung mau panggil apa scr blm kenal nih.. Tp yg kutau Bundo seprofesi sm Bunda Monda ya jd kusamakan sj panggilannya ya.. Hehe)
Sering main kesini tp cm jd silent reader sj….
Aku anak kmrn sore di dunia blogging nih Bundo…
Lyliana Thia recently posted..Our Pensieve’s 1st Giveaway
Ohya Bundo…. Aku sukaaaaa sekali sm lagunya…..
Lyliana Thia recently posted..Our Pensieve’s 1st Giveaway