setentang Hening
June 22nd, 2012 by Phingai
by: phiNgai andainya bisa kuseru kepada angin untuk terbangkan penatmu yang kini lekat harap bisa kupinta pada samudera untuk tenggelamkan penatmu yang kian pekat namun aku hanya duduk diam di hutan sini mendengar gemericik di hulu jiwa sungai bening [...] selengkapnya »
Kutulis Puisi di Kabutmu
June 11th, 2012 by Adel Ilyas
ucap selamat pagi kepada kabut yang menyisi di tebingtebing memberiku lewat kecupku pada mentari nan hangat berkilaukilau di percik air pastikan aku terjerat kutuliskan puisi di kabutmu pagi ini setentang doa yang sembunyi di batubatu sebelum mengalir deras bersama arus setentang rindu yang tak lagi keras kepala melengkungkan senyuman haru [...] selengkapnya »
setentang Ilalang
February 10th, 2012 by Adel Ilyas
. setentang Ilalang bila kau tanya apa keinginanku akan kujawab bahwa aku ingin menjadi ilalang karena dia sanggup tumbuh di manapun mampu bertahan hujan dan kemarau tak pernah kecewa bila tak dikagumi [...] selengkapnya »
<puisi> PADAMU GURU </html>
February 5th, 2012 by Phingai
<puisi> PADAMU GURU </html> termangu di depan monitor dengan sebungkus pilus terbius dalam fokus tanpa bikin kurus berusaha menerima, mencerna dan menggerus apa yang dijelaskan olehmu, guru html-ku yang tulus katamu : <del> jangan malas ngulik html</del> <strong> jadilah blogger tangguh</strong> <sopan style=”color:#kreatif”> cool and smart </span> [...] selengkapnya »
puisi nukilan hati
December 29th, 2011 by Adel Ilyas
by: LJ .. aku adalah hati ibu yang remuk karena mendengar salah seorang anak melolong meratap dalam kematian yang jauh lebih dahsyat daripada maut. [nukilan hal 402, Ronggeng Dukuh Paruk] Ini hanya beberapa nukilan tentang ibu dari puluhan [...] selengkapnya »
segala yang tidak
December 27th, 2011 by Phingai
by: phiNgai “..segala yang ‘tidak’ itu adalah kamu. seadanya. seuniknya.” tersenyum ibu, tulus dengan segala kurangnya aku. lagi, tentang ibu karena ini hari masihlah dan selalu hari ibu stop->klik bagian paling kiri _______________________________________________ ya benar, sungguh benar.. saya adalah gadis remaja berikutnya yang diperalat untuk menulis di sini, [...] selengkapnya »
adalah tanah itu
December 27th, 2011 by Phingai
by: phiNgai tumbuhlah aku, setangkai bunga di hamparan ladang jika aku terlihat meranggas, orangorang akan menyalah tanah seolah terlalu kerontang tak mampu memberiku saripati makna namun bila saat aku pukau pesona, orangorang pun melupa tanah tempat diriku mengakar dalam. ibuku adalah tanah itu [...] selengkapnya »
mencinta sungai kala di hulu..
December 9th, 2011 by Adel Ilyas
aku mencinta sungai kala di huluialah aliran nan tenang beninghingga bisa kupijak dasar bebatuan adalah gemericik di ruang hening hingga bisa kurenung arah alunan sungguh aku takut desir gemuruh jika tiba saat ia bertemu aliran sungai lain di muara menyatu dengan [...] selengkapnya »
Kamu; Ada
October 24th, 2011 by Adel Ilyas
sebuah ladang kampung, rumputan liar dan benih wortel, bangku semen, seorang perempuan dengan tatap serupa kabut, awan yang sebagian gelap dan langit yang entah batasnya. Kamu, tentu saja, tak ada di antara itu semua. Namun ada. smoga pak sapardi ikhlas puisinya dirusak.. selengkapnya »
Sapardi Djoko Damono | Aku Ingin
March 2nd, 2011 by Rein Kinanthi
Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. [aku ingin - sapardi djoko damono] selengkapnya »