<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LJ.returns</title>
	<atom:link href="http://ladangjiwa.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangjiwa.com</link>
	<description>tembang di ladang jiwa..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 14:46:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Mengigau Enau</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/14236/mengigau-enau?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengigau-enau</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/14236/mengigau-enau#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 08:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[lintaNGhati]]></category>
		<category><![CDATA[arenga palm sugar]]></category>
		<category><![CDATA[cv diva maju bersama]]></category>
		<category><![CDATA[evi indrawanto]]></category>
		<category><![CDATA[gula semut]]></category>
		<category><![CDATA[uncle lozz akbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=14236</guid>
		<description><![CDATA[&#160; di ladang tumbuh si batang enau tempat bersarang si burung murai ladang jiwa kemarin menggalau sekarang berganti gelak berderai.. #heleh..! &#160; Bagaimana kiranya kabar engku dan encik hari ini, adakah baik? Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat kesehatan, rezki, dan kelapangan dalam diri kita semua. Aamiin. Adapun aku hendak mengabarkan bahwasanya pakiriman dari uni Evi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><font size="1" face="Tahoma"><em>di ladang tumbuh si batang enau</em></font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma"><em>tempat bersarang si burung murai </em></font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma"><em>ladang jiwa kemarin menggalau </em></font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma"><em> sekarang berganti gelak berderai.. </em></font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma"><em>#heleh..! </font></em></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma"><img src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/palm-sugar.jpg" alt="palm-sugar.jpg" width="175" height="209" class="alignleft size-full wp-image-14234" />Bagaimana kiranya kabar engku dan encik hari ini, adakah baik? Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat kesehatan, rezki, dan kelapangan dalam diri kita semua. Aamiin.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Adapun aku hendak mengabarkan bahwasanya <em>pakiriman</em> dari uni Evi sudah sampai di rumah aur. Berupa paket satu dus&#160; <em><strong><a href="http://www.facebook.com/arengapalmsugar?directed_target_id=0">Arenga Palm Sugar</a></strong></em> produksi CV. <strong>Diva Maju Bersama </strong>dan sepaket dengan itu tampak pula satu bungkusan menempel di bagian atas. Bungkusan tersebut berisi sebuah novel yang belum pernah aku baca, berjudul <strong>Mahasati</strong> karya <strong>Qaris Tajudin</strong>.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Sehubungan terpilihnya artikel <strong><a href="http://ladangjiwa.com/14006/batang-anau-di-belakang-rumah"><font size="1">Batang Anau di Balakang Rumah</font></a></strong> sebagai salah satu yang terbaik pada giveaway<strong> <a href="http://www.eviindrawanto.com/2013/05/pengumuman-hasil-ga-pertama-jurnal-evi-indrawanto/"><font size="1">Jurnal Evi Indrawanto</font></a></strong>, pilihan dari engku juri the one and only, <a href="http://www.essip.us/"><strong><font size="1">uncle Lozz Akbar</font></strong></a>. Tentulah membuatku terharu karena tak pernah mengira sebelumnya, menurut prasangkaku tulisan tersebut jauh di luar pakem sebuah review yang normal.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Sejujurnya, aku bukanlah penulis fiksi yang baik seperti Orin ataupun yang lainnya.&#160; Keinginanku untuk menulis fiksi hanya muncul sesekali, itupun biasanya&#160; bermaksud untuk&#160;&#160; gurauan saja. Pada fiksi yang aku ikut sertakan tersebut, inspirasi sepenuhnya&#160; <strong><font size="1"><a href="http://www.eviindrawanto.com/2012/05/pohon-aren-di-belakang-rumah/">berasal dari tulisan uni Evi</a></font></strong>, aku sekedar mengembangkan sedikit saja. Tentang nenek, urang bunian, gulai cindawan, pohon aren yang di belakang rumah, semua itu sudah ada pada tulisan beliau, aku tinggal menambahkan semacam nuansa the lord of the rings ke dalam cerita, biar geje tentu saja.. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Menulis dalam warna <em>keminangan</em> bukan perkara mudah bagiku, karena modal diksi-ku sangat terbatas. Sampai hari ini menulis sebuah artikel yang baik masih&#160; merupakan hal sulit,&#160; yang gampang hanyalah menyelewengkan cerita menjadi geje dan aneh sehingga pembaca pun mengernyitkan kening karena sulit mencerna maksud dan tujuanku. Kadang sedih juga sih, kapan aku bisa menulis dengan tata bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain, rasanya dari berapa tahun menulis blog belum ada kemajuan&#160; yang berarti. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Tapi tak apalah,&#160; yang penting jangan patah semangat.. masing-masing orang punya karakter yang berbeda dalam menulis.&#160;&#160; Engku dan encik,&#160; sahabat LJ semua pastilah memaklumi.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Sekali lagi terimakasih aku haturkan pada duo penyelenggara, Uni Evi &#8211; si perempuan enau dan uncle lozz –&#160; lelaki pengejar Marpuah ,&#160; juga semua sahabat LJ yang meluangkan waktu mampir di sini. Berikutnya aku sampaikan terimakasih kepada engku <strong>Gus tf Sakai</strong> atas inspirasi diksinya, beliau&#160; menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik namun selalu berhasil menampilkan nuansa minang yang kental. Salam takzim kehadapan Tuan Jalaluddin Rumi atas puisinya yang selalu indah, juga tak lupa terimakasih bagi&#160; engku Legolas dan encik Arwen yang sudah ikut meramaikan. <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><font face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma"><img title="palm sugar" style="border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; background-image: none; border-bottom-width: 0px; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border-top-width: 0px" border="0" alt="palm sugar 1" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/palm-sugar-1.jpg" width="378" height="287" /></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma"><font size="1"><em>gula enau berwarna merah<br />
pemanis bubur dalam belanga<br />
hati galau berganti cerah<br />
penuh syukur di dalam dada </em></font></font></p>
<p align="center"><em><font size="1" face="Tahoma">Alhamdulillah.. </font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Tahoma">&#160;</font></em></p>
<p align="center">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/14236/mengigau-enau/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumbangan nan Sumbang</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/14069/sumbangan-nan-sumbang?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sumbangan-nan-sumbang</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/14069/sumbangan-nan-sumbang#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 05:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[LorongdiKampungku]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[lubang jepang]]></category>
		<category><![CDATA[lubang tambang mbah suro]]></category>
		<category><![CDATA[museum buya hamka]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<category><![CDATA[pemandu wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Kelahiran Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[sawahlunto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=14069</guid>
		<description><![CDATA[&#160; retribusi /ret·ri·bu·si/ /rétribusi/ n pungutan uang oleh pemerintah (kota praja dsb) sebagai balas jasa. [KBBI] &#160; Perjalanan ke negeri museum, Sawahlunto di pertengahan tahun kemarin cukup menambah pengetahuanku yang awam ini tentang bagaimana pengelolaan yang baik dan santun dari sebuah objek wisata. Terutama pengelolaan bangunan bersejarah yang tersebar banyak di ranah minang, semoga dapat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: xx-small;"><b>retribusi /ret·ri·bu·si/</b> /rétribusi/ <em>n</em> pungutan uang oleh pemerintah (kota praja dsb) sebagai balas jasa. </span></span></p>
<p align="right"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: xx-small;">[KBBI]</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Perjalanan ke negeri museum, Sawahlunto di pertengahan tahun kemarin cukup menambah pengetahuanku yang awam ini tentang bagaimana pengelolaan yang baik dan santun dari sebuah objek wisata. Terutama pengelolaan bangunan bersejarah yang tersebar banyak di ranah minang, semoga dapat belajar dari kota Sawahlunto dalam hal ini.</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Di setiap museum yang kami (aku, <strong><a href="fitrimelinda.wordpress.com/2013/04/02/kopdar-great-wall-of-koto-gadang/">Cupid</a></strong> dan <strong><a href="http://mondasiregar.com/2012/12/06/rute-wisata-keliling-minangkabau-sumatera-barat/">MS</a></strong> sekeluarga) datangi waktu itu, kami  selalu dikenakan biaya tiket tanda masuk. Harga tiket retribusi tersebut berkisar  sekitar Rp. 3.000 untuk museum kereta api, Rp. 4.000 untuk Gudang Ransum dan Rp. 8.000 untuk Lubang Suro, bagi anak-anak dikenakan biaya sekitar setengahnya.</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Harga tiket tanda masuk itu sudah termasuk dengan pemandu di masing-masing museum. Pemandu yang profesional, dengan pengetahuan yang mendalam dan sikap santun serta bahasa yang sangat mengesankan. Aku  mengingat hal tersebut karena memang berkesan bagiku, semua pemandunya jempolan,  baik yang lelaki ataupun perempuan, yang berusia muda ataupun sudah berumur. Pengunjung sepi atau ramai pelayanan mereka tetap sama baiknya.  </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;"><img style="background-image: none; float: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; margin-left: auto; display: block; padding-right: 0px; margin-right: auto; border: 0px;" title="lubang suro" alt="lubang suro" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/lubang-suro.jpg" width="333" height="205" border="0" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma; font-size: xx-small;">aku lupa nama bapak pemandu di lubang Tambang Mbah Soero, MS ingat gak ya..?</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Mari aku bandingkan dengan kondisi bangunan bersejarah di Bukittinggi, yang pertama yaitu lubang japang yang berada di dalam taman panorama. Untuk memasuki panorama kita harus membayar Rp. 8.000 (di hari libur) dan untuk masuk ke lubang japang harus membayar lagi sekitar Rp. 6.000 dengan tambahan untuk pemandu sekitar Rp. 50.000 *informasi dari pengunjung yang pernah menggunakan pemandu.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;"><img style="background-image: none; float: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; margin-left: auto; display: block; padding-right: 0px; margin-right: auto; border: 0px;" title="Ngarai Sianok" alt="Ngarai Sianok" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/Ngarai-Sianok.jpg" width="615" height="298" border="0" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma; font-size: xx-small;">Peri Kebun sedang mengabadikan keindahan Lambah.</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Kemarin saat <strong><a href="http://rynari.wordpress.com/2013/04/29/antara-klaten-dan-padang/">Bu Prih</a></strong> menjejakkan kakinya di  Bukik, kami juga berkunjung ke taman panorama ini. Di gerbang masuk ada pemandu yang menawarkan untuk masuk ke lubang japang, tapi tidak aku iyakan karena memang waktunya tidak memungkinkan. Padahal rombongan ini terlihat punya stamina yang tangguh loh.. <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Dari situ aku mengambil kesimpulan pemandu yang disediakan untuk wisata ke Lubang Japang ini tidak dikelola secara profesional oleh pemkot. Mereka bebas mencari-cari sendiri calon kliennya dan tentu saja harus nego harga terlebih dahulu. Bandingkan dengan Lubang Tambang Mbah Soero, setelah membayar harga tanda masuk yang cukup terjangkau maka seorang pemandu yang ramah sudah menyambut dan siap menjelaskan  dari awal sampai akhir. Tanpa kita harus bernego sama sekali.</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Selanjutnya Benteng Fort de Kock, dan Museum di Taman Puti Bungsu, juga dibiarkan lengang tanpa pemandu.  Bahkan banyak benda cagar budaya bertebaran di kota ini hanya diberi penanda sebuah plang, tanpa ada tulisan yang menjelaskan sejarahnya. Sehingga jika ada yang bertanya bagaimana sejarahnya bangunan tersebut..? bisa jadi aku hanya angkat bahu karena tak semua juga bisa aku tanyakan informasinya pada Engku Google.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;"><img style="background-image: none; float: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; margin-left: auto; display: block; padding-right: 0px; margin-right: auto; border: 0px;" title="rumah buya hamka" alt="rumah buya hamka" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/rumah-buya-hamka.jpg" width="330" height="221" border="0" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma; font-size: xx-small;">museum buya hamka yang belum memadai</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Kemudian yang baru saja ditulis oleh <strong>MS</strong> tentang </span><a href="http://mondasiregar.com/2013/05/12/rumah-buya-hamka-di-tepi-danau-maninjau"><strong><span style="font-family: Tahoma;">rumah Buya Hamka</span></strong></a><span style="font-family: Tahoma;"> di Sungai Batang, Maninjau., kami lumayan kecewa dengan pemandu yang bertugas di rumah tersebut. Sama sekali belum memadai sebagai pemandu yang baik, penggunaan bahasa yang berbelit-belit dan caranya meminta sumbangan yang seolah memalak menurutku. Padahal pada saat itu sedang ramai pula tamu dari Malaysia, aku sebagai tuan rumah merasa malu.  Ah, andai  buya Hamka tau…</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">[kami diberitahu bahwa ini adalah pemandu pengganti, semoga pemandu yang tetap lebih baik dalam hal memberi informasi dan berinteraksi dengan pengunjung..] <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma;"><img style="background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;" title="RKBH 1" alt="RKBH 1" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/RKBH-1.jpg" width="280" height="159" border="0" /><img style="background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;" title="RKBH 2" alt="RKBH 2" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/RKBH-2.jpg" width="112" height="158" border="0" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma;"><img style="background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;" title="RKBH 3" alt="RKBH 3" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/RKBH-3.jpg" width="196" height="137" border="0" /><img style="background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;" title="RKBH 4" alt="RKBH 4" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/RKBH-4.jpg" width="194" height="136" border="0" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Tahoma; font-size: xx-small;">fotonya kecil-kecil tapi sudah cukup mewakili ya.. <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Rumah Buya Hamka tidak termasuk kelolaan pemerintah kota Bukittinggi jadi biarlah aku bahas Rumah Kelahiran Bung Hatta (RKBH) saja. Tahun 2009 adalah kunjungan pertamaku ke sana, penjaga dan pemandu hanya ada satu, sampai sekarang belum pernah berganti. Pada hari kerja petugas tersebut terlihat menggunakan pakaian seragam dinas pns. </span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Sedari awal Pemkot memang tidak memberlakukan retribusi tanda masuk untuk RKBH ini, di pikiranku mungkin karena penjaganya juga seorang pegawai yang sudah digaji pemerintah dan sudah ada dana khusus untuk pemeliharaan RKBH. Pengalamanku tahun 2009 itu di pintu saat keluar disediakan semacam kencleng, jadi para tamu dipersilahkan menyumbang dengan sukarela. <strong><a href="http://morishige.wordpress.com/">Shige</a></strong> mengkritisi bahwa keberadaan kencleng tersebut sungguh tidak etis dan membuat malu saja.. hadehhh. Dan mungkin memang ada yang menyampaikan atau bagaimana, setelah itu kencleng menghilang. [Aku lupa kapan tepatnya..? coba cek Paktuo dan MS.. waktu mereka ke sana masih ada kencleng gak ya..?]</span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Yang jelas saat Bu Prih ke sana kemarin itu, kencleng tersebut memang sudah tak ada. Tapiiiiiii…. petugas meminta sumbangan secara halus pada saat wakil rombongan menulis di buku tamu. Uang sumbangan  ditaroh di atas buku tanpa ada pencatatan sama sekali. Eyampun! </span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Ah, hendak dikemanakan muka Bung Hatta jika caranya begini.. kenapa tidak memberlakukan tiket tanda masuk saja? lengkapi dengan pemandu yang profesional. Aku sangat yakin pengunjung tak akan ada yang berkeberatan membayar tiket tanda masuk daripada ditagih sumbangan seperti itu.  Bisa juga tambahan pemasukan dengan menjual buku dan souvenir yang bertema sesuai bangunan sejarah tersebut.. *menurutku souvenir dengan tema yang sesuai ini peminatnya banyak. Banyak cara yang lebih baik dan santun  jika mau lebih kreatif. Rasanya tak perlu studi banding antar pulau, ke Bali atau Lombok, c</span><span style="font-family: Tahoma;">oba saja belajar pada kota tetangga Sawahlunto sebagai kota yang berbudaya. Melayani pengunjungnya dengan baik dan memberikan ilmu yang tak sedikit. </span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;">Aku ingat saat MS memuji petugas Museum di kota Sawahlunto, petugas tersebut menjawab sambil tersenyum, “pemimpin kami yang hebat, Bu..”</span></p>
<p align="right"><span style="font-family: Tahoma;"> <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/14069/sumbangan-nan-sumbang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar Manis di Kamis Gerimis</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/14055/kopdar-manis-di-kamis-gerimis?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kopdar-manis-di-kamis-gerimis</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/14055/kopdar-manis-di-kamis-gerimis#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 00:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[kelebatPotrethebat]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=14055</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Beliau di Rumah Kelahiran Bung Hatta. &#160; Jika para blogger se-Asean lagi pada berkumpul di Solo, Bukittinggi juga punya kopdar manis kamis kemarin. Meskipun sedikit dihiasi gerimis, betapa senangnya&#160; dikunjungi beliau, blogger favoritku yang datang jauuuhhhh dari pulau jawa. Untuk sementara cerita kopdarnya nanti saja ya.. karena long weekend ini blogosphere sepi banget, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center">&#160;</p>
<p align="center">&#160;</p>
<p align="center"><img title="kopdar bukittinggi" style="border-top: 0px; border-right: 0px; background-image: none; border-bottom: 0px; padding-top: 0px; padding-left: 0px; border-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px" border="0" alt="kopdar bukittinggi" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/kopdar-bukittinggi_thumb.jpg" width="336" height="338" /></p>
<p align="center"><font size="1" face="Tahoma">Beliau  di Rumah Kelahiran Bung Hatta.</font></p>
<p align="center">&#160;</p>
<p align="center"><font size="1" face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma">Jika para blogger se-Asean lagi pada berkumpul di Solo, Bukittinggi juga punya kopdar manis kamis kemarin. Meskipun sedikit dihiasi gerimis, betapa senangnya&#160; dikunjungi beliau, blogger favoritku yang datang jauuuhhhh dari pulau jawa.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Untuk sementara cerita kopdarnya nanti saja ya.. karena long weekend ini blogosphere sepi banget, LJ mau bikin tebakan berhadiah. Siapakah beliau..? clue-nya dikit ajah.. beliau adalah  blogger dari Jawa dan foto itu sendiri sudah merupakan petunjuk yang cukup&#160; jelas mengenai siapa dan apa bidang yang beliau tekuni. #clue yg cukup geje. </font></p>
<p><font face="Tahoma">Hadiahnya buat satu orang yang duluan menjawab dengan benar, buku seri kenangan karya ibu NH Dini. #diperbolehkan ganti dengan judul&#160; buku yang diinginkan.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Gampannggg, ayo buruan..!</font></p>
<p> <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/14055/kopdar-manis-di-kamis-gerimis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batang Anau di Belakang Rumah</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/14006/batang-anau-di-belakang-rumah?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=batang-anau-di-belakang-rumah</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/14006/batang-anau-di-belakang-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 04:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[dengungDongeng]]></category>
		<category><![CDATA[anau]]></category>
		<category><![CDATA[aren]]></category>
		<category><![CDATA[bunian]]></category>
		<category><![CDATA[elf]]></category>
		<category><![CDATA[peri hutan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon aren]]></category>
		<category><![CDATA[urang bunian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=14006</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Angin subuh bersijingkat mendaki janjang rumah gadang, menyibakkan pintu yang sudah terkuak sedikit. Evi duduk merapat ke jendela sambil menghirup aroma bunga sedap malam yang&#160; masih menyisakan harum. Subuh telah berlalu seiring menyurutnya lantunan ayat suci yang&#160; diperdengarkan oleh toa surau. Evi tak jua beranjak, ia makin merapatkan duduk dan tangannya disandarkan pada kusen [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma">Angin subuh bersijingkat mendaki janjang rumah gadang, menyibakkan pintu yang sudah terkuak sedikit. Evi duduk merapat ke jendela sambil menghirup aroma bunga sedap malam yang&#160; masih menyisakan harum. Subuh telah berlalu seiring menyurutnya lantunan ayat suci yang&#160; diperdengarkan oleh toa surau. Evi tak jua beranjak, ia makin merapatkan duduk dan tangannya disandarkan pada kusen jendela. Matanya nan bening terus menerawang, jauh menuju ambang pintu tempat dua dunia bersinggungan. Di antara tidur dan terjaga.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Dari batang anau tua&#160; di kejauhan terlihat lumut hijau dan&#160; benalu&#160; yang panjang menjuntai.&#160; Sesekali tumbuhan itu bergoyang, seolah menyimpan seribu rahasia bisikan angin.</font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma">~*~*~</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Semuanya bermula dari kabar burung dan bisikan para tetangga di kampung Magek yang teramat mengusik Evi. Tentang apa yang telah terjadi terhadap nenek, tanda tanya atas menghilangnya nenek  setiap kali senja menjelang. Namun, Evi menginginkan bukti, sehingga senja itu dengan berani ia  melangkahkan kaki ke area belakang rumah menuju parak yang berada di ceruk tebing nan lindap. <strong><a href="http://www.eviindrawanto.com/2012/05/pohon-aren-di-belakang-rumah/">Di sana tumbuh satu-satunya batang anau yang senantiasa menghantui Evi sedari kecil</a></strong>,&#160; tempat singgasana jin dan lelembut. Di situlah dunia orang bunian berada, begitu kata para tetua yang sering evi dengar.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Evi melangkah perlahan, berusaha sepelan mungkin agar derap kakinya tak terdengar oleh Nenek yang berjalan lumayan jauh di depannya. Membuntuti Nenek, itulah yang ia lakukan demi sebuah bukti tentang kebenaran berita simpang siur yang selama ini menjadi santapan orang kampung, bahwa Nenek sudah menikah dengan orang bunian. “Aku akan membuktikannya..!” tekad Evi sudah bulat.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Evi menjaga tatapannya agar tak terlepas dari Nenek. Namun tiba-tiba seolah terkecoh, Nenek menghilang..! Yang dilihatnya sekarang hanyalah sebatang anau dengan&#160; rimbun semak belukar, tanpa ada satupun jejak. Evi teruskan melangkah, dadanya bergemuruh antara cemas kehilangan nenek dan ketakutan akan suasana parak yang terasa mencekam. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Tiba-tiba, Evi berdiri di sebuah tempat yang sulit untuk diceritakan. Sebuah tempat berlapis kabut dengan udara yang pekat. Kala kakinya bergerak selangkah, udara terasa bergetar lalu terdengar bunyi-bunyian yang menggema. Betapa ia terpana melihat pemandangan yang ada di hadapannya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Di balik kabut itu terbentang dunia terang&#160; dengan telaga yang berkilau berserta hamparan bunga laksana negeri dongeng, berdiri di sana sepasang wujud manusia nan sungguh elok rupawan. Lelaki itu terlihat seperti <strong><a href="http://www.wallpapermay.com/thumbnails/detail/20120605/the%20lord%20of%20the%20rings%20orlando%20bloom%20legolas%20the%20return%20of%20the%20king%202700x1800%20wallpaper_www.wallpapermay.com_63.jpg">Legolas</a></strong>, seorang Elf, peri hutan&#160; yang pernah Evi lihat dalam film The Lord of the Rings. Evi sangat yakin inilah orang bunian itu,&#160; ternyata sama sekali tidak menyeramkan. Mata Evi lalu beralih, menatap perempuan cantik yang berdiri di sisi kanan kebun bunga. Perempuan yang sekilas terlihat mirip <strong><a href="http://images.fanpop.com/images/image_uploads/Arwen-lord-of-the-rings-113081_500_400.jpg">Arwen</a></strong> tersebut menatapnya dengan penuh rasa terkejut. Evi segera mengenalinya, perempuan itu adalah nenek semasa muda..!</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Pemandangan ganjil yang ada dihadapan tak ayal membuat Evi limbung. Nenek benar-benar telah&#160; menikah dengan orang bunian, ia sudah menyaksikan sendiri. Tak tahu&#160;  lagi apa yang harus dilakukan, dengan dada sesak menahan tangis Evi berbalik lalu berlari kencang. Tak memedulikan nenek yang berteriak memanggilnya, “Evii.. eviiii…..!”</font></p>
<p align="right"><font size="1" face="Tahoma">&#8230;ia terus berlari kencang menuju tempat kembali <strong>|</strong> ke ambang pintu <strong>|</strong> tempat dua dunia bersinggungan.</font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma">~*~*~</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">“Eviii.. cepatlah bangun,&#160; nenek mau minta tolong..” samar&#160; terdengar suara perempuan yang begitu dikasihinya. Semakin lama suara itu semakin jelas diiringi goncangan lembut dan rasa sejuk di bahunya. Susah payah evi membuka mata dan&#160; dilihatnya senyum nenek&#160; mengembang hangat, “tak baik anak gadis tidur lagi sehabis subuh..&#160; tolong belikan nenek karambia di kedai mak Saih,&#160; kita akan menggulai cindawan untuk sayur siang nanti.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Dengan dada yang masih bergemuruh Evi menatap Nenek, mencari rahasia yang mungkin disembunyikan oleh mata&#160; yang telah menua tersebut. Tak menemukan apa-apa, Evi&#160;&#160;&#160; lalu menyapukan pandangan ke sekeliling rumah, “eyampun, Nek.. rupanya evi tadi&#160; talalok di jendela dan&#160; bermimpi aneh sekali.” Nenek hanya tersenyum penuh arti mendengar penuturan cucunya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Dari batang anau tua terlihat&#160; lumut hijau&#160; dan benalu yang panjang menjuntai. Angin pagi melenggang menaiki janjang rumah gadang, menguakkan pintu lebar-lebar dan burung kecil mencericit riang.</font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma">~*~*~</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font size="1" face="Tahoma">embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu <strong>|</strong> janganlah tidur kembali <strong>|</strong> mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan <strong>|</strong> janganlah tidur kembali<strong> |</strong> orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu tempat dua dunia bersinggungan<strong> |</strong> pintu itu terbuka lebar <strong>|</strong> janganlah tidur kembali.</font></p>
<p align="right"><font size="1" face="Tahoma">[Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas]</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="right"><font size="1" face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><b><font size="1" face="Tahoma">Artikel Pilihan :<a href="http://www.eviindrawanto.com/2012/05/pohon-aren-di-belakang-rumah/"> Pohon Aren di Belakang Rumah</font></a></b></p>
<p><font face="Tahoma"><img title="First GA" style="border-top: 0px; border-right: 0px; background-image: none; border-bottom: 0px; float: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; margin-left: auto; border-left: 0px; display: block; padding-right: 0px; margin-right: auto" border="0" alt="First GA" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/05/First-GA.jpg" width="260" height="155" /></font></p>
<p align="center"><b><a href="http://www.eviindrawanto.com/2013/04/first-give-away-jurnal-evi-indrawanto/"><font size="1" face="Tahoma">Pingin Turut Bikin Rame First Give Away Jurnal Evi Indrawanto</font></a></b></p>
<p>&#160;</p>
<p><font size="1"><strong>note:</strong> di antara ratusan artikel&#160; uni Evi,&#160; tak satupun yang geje.. </font><br />
<font size="1">maka ijinkanlah eLJe bikin geje JeTe, sekali iniiii ajah..! <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma"></font></a></b></p>
<p>&#160;</p>
<p><font size="1"><strong>note lagi:</strong> tulisan ini mendapat <strong><a href="http://www.eviindrawanto.com/2013/05/pengumuman-hasil-ga-pertama-jurnal-evi-indrawanto/">apresiasi tak terduga</a></strong> dari uni Evi dan uncle Lozz.. ALhamdulillah. </font><br />
<font size="1"></font></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/14006/batang-anau-di-belakang-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Srikandi Bukan [sekedar] Jagal</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13969/srikandi-bukan-sekedar-jagal?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=srikandi-bukan-sekedar-jagal</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13969/srikandi-bukan-sekedar-jagal#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 09:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemaTANGtenTANG]]></category>
		<category><![CDATA[feminin]]></category>
		<category><![CDATA[kontes unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[maskulin]]></category>
		<category><![CDATA[sehari menjadi srikandi]]></category>
		<category><![CDATA[Srikandi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13969</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; kegiatan: Pengenalan kesehatan gigi dan mulut pada siswa TK di Kelurahan Aur Kuning captured by: Yelva [staf puskesmas] &#160; Bagiku, seorang dokter gigi punya kesamaan dengan Srikandi, yang dalam kisah pewayangan diceritakan mempunyai dua wajah sekaligus. Bergabungnya dua karakter feminin&#160; dan maskulin &#160; dalam satu paket. Paket yang harus dimiliki dokter gigi, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="kontes srikandi sehari" border="0" alt="kontes srikandi sehari" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/kontes-srikandi-sehari.jpg" width="372" height="417" /></p>
<p align="center">&#160;</p>
<p>  <strong>
<p align="center"><font size="1">kegiatan:</font><br />
<font size="1">Pengenalan kesehatan gigi dan mulut pada siswa TK<br />
di Kelurahan Aur Kuning</font></p>
<p align="center"><font size="1">captured by:<br />
Yelva [staf puskesmas]</font></p>
<p></strong>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font size="1">Bagiku, seorang dokter gigi punya kesamaan dengan Srikandi, yang dalam kisah pewayangan diceritakan mempunyai dua wajah sekaligus. Bergabungnya dua karakter <em> feminin&#160; dan </em><em>maskulin </em>&#160; dalam satu paket. Paket yang harus dimiliki dokter gigi, terutama dalam menghadapi anak-anak. </font></p>
<p align="justify"><font size="1">Perlu rasa keibuan dalam mengajari dan memotivasi anak-anak untuk menjaga&#160; kesehatan gigi dan mulut. Harus punya trik bujukan&#160; agar mereka rela duduk di kursi periksa, kemudian butuh ketegaan dan ketangkasan untuk menyelesaikan masalah gigi mereka. Meskipun kadang berakhir dengan tangisan, dan para botjah itu lalu memandangku sebagai jagal bertopeng <strike>bidadari&#160; </strike> ibu-ibu. </font>
</p>
<p align="center">&#160;_________________________</p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><font size="1"><strong>..ada srikandi dalam diri&#160; kita semua, pada setiap langkah perempuan Indonesia</strong></font></p>
<p align="center"><font size="1"><strong>selamat hari Srikandi..!</strong></font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="center">
<p align="center"><img alt="Kontes Unggulan:Sehari Menjadi Srikandi" src="http://happyphotograph.com/wp-content/uploads/2013/04/Sehari-Menjadi-Srikandi-500x389.png" width="210" height="163" /></p>
<p align="center"><strong><font size="1">atas saran ummi <a href="http://ramudeng.wordpress.com/2013/04/21/sehat">Lina</a>,<br />
Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: </font></strong><a href="http://happyphotograph.com/kontes-foto/kontes-unggulansehari-menjadi-srikandi"><strong><font size="1">Sehari Menjadi Srikandi</font></strong></a></p>
<p>&#160;</p>
<p><font size="1">note: Sudah diumumkan pemenangnya.. ALhamdulillah foto ini masuk 10 besar. </p>
<p>http://happyphotograph.com/kontes-foto/daftar-pemenang-kontes-unggulan-sehari-menjadi-srikandi</font></p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13969/srikandi-bukan-sekedar-jagal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antaro Koto Gadang jo Bukik Tenggi</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13954/antaro-koto-gadang-jo-bukik-tenggi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=antaro-koto-gadang-jo-bukik-tenggi</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13954/antaro-koto-gadang-jo-bukik-tenggi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 13:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[LorongdiKampungku]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[great wall of koto gadang]]></category>
		<category><![CDATA[janjang koto gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13954</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Pada foto milik uda Erison ini terlihat jalur lintasan lama dari nagari Koto Gadang menuju Ngarai Sianok. Dahulu kala, setiap perkampungan di pinggiran ngarai memang punya lintasan untuk menuju ngarai guna keperluan mengambil air dan mencuci di&#160; Batang Sianok. Lintasan ini juga digunakan masyarakat pinggir ngarai&#160; untuk mencapai kota Bukittinggi, yang lazim disebut [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"><img src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/janjang-koto-gadang.jpg" alt="janjang-koto-gadang" width="332" height="520" class="alignleft size-full wp-image-13933" /></font></p>
<p><font face="Tahoma">Pada foto milik uda Erison ini terlihat jalur lintasan lama dari nagari <strong>Koto Gadang</strong> menuju <strong>Ngarai Sianok</strong>. Dahulu kala, setiap perkampungan di pinggiran ngarai memang punya lintasan untuk menuju ngarai guna keperluan mengambil air dan mencuci di&#160; Batang Sianok. </font></p>
<p><font face="Tahoma">Lintasan ini juga digunakan masyarakat pinggir ngarai&#160; untuk mencapai kota Bukittinggi, yang lazim disebut sebagai <strong>‘Gaduang’</strong> atau&#160; Bukik Tenggi dan kadang disingkat menjadi <strong>‘Kik Tenggi’</strong>.&#160; <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p><font face="Tahoma">Menyeberang untuk keperluan jual beli di hari pakan Raba’a dan Sabtu, kegiatan ini disebut dengan <strong>‘manuka’</strong> atau menukar. Sampai sekarang istilah ini masih sering digunakan, meskipun&#160; bukan dalam artian barter barang&#160; secara langsung. </font></p>
<p><font face="Tahoma">Di pagi hari, warga perkampungan berangkat dengan membawa hasil kebun di dalam ‘katidiang’ (bakul rotan&#160; ukuran besar), maka pulangnya isi katidiang sudah bertukar&#160; menjadi ikan asin, ikan laut, dan mungkin beberapa benda kebutuhan sekolah dan rumah tangga. Sekarang pemandangan ibu-ibu membawa katidiang masih bisa aku lihat saat naik angkutan pedesaan jurusan Lambah, tentunya sudah tidak ada lagi yang berjalan kaki.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Aku yakin jalur lintasan janjang Koto Gadang – Bukittinggi ini&#160; dulu pernah dilalui oleh <strong>Sutan Sjahrir</strong>, <strong>Haji Agus Salim, Syekh Ahmad Khatib, Abdul Muis, Rohana Kudus, Emil Salim, dan Taufiq Ismail, </strong>untuk pergi belajar ke Bukittinggi.. karena masa itu belum ada kendaraan bermotor, paling hanya ada sepeda dan pedati. Jadi mungkin karena rajin jalan kaki ke sekolah, para tokoh Koto Gadang ini pada pinter dan hebat semua..&#160; dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitulah kata guruku dahulu.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Jadi demi menyehatkan diri, hari minggu kemarin eMak dan dua anaknya,<strong> <a href="http://fitrimelinda.wordpress.com/2013/04/02/kopdar-great-wall-of-koto-gadang/">Cupid</a></strong> dan <a href="http://kisahsemu.wordpress.com/2013/04/02/kopdar-bareng-bundo-adel-dan-uni-fitri/"><strong>Irfan</strong></a> mencoba menempuh perjalanan dari Koto Gadang menuju Bukik. Dipilih starting point dari Koto Gadang dimaksudkan supaya lebih mudah, sebab kontur jalan yang menurun.. diharapkan di antara kami [terutama aku] tidak akan ada yang&#160; ngos2an&#160; lalu pingsan karena kecapean melewati anak tangga yang cukup banyak.</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><font face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="IMG_5028" border="0" alt="IMG_5028" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5028.jpg" width="123" height="163" /><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="IMG_5024" border="0" alt="IMG_5024" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5024.jpg" width="216" height="163" /><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="IMG_5025" border="0" alt="IMG_5025" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5025.jpg" width="216" height="163" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma">Dari depan rumah Aur, kami menaiki angdes biru jurusan Koto Gadang dengan membayar ongkos 2.500 rupiah.. diturunkan sekitar 500 meter dari pintu gerbang Great Wall of Koto Gadang. Lumayanlah buat pemanasan sebelum menuruni anak tangga, sepanjang jalan mengamati rumah penduduk yang umumnya berbahan kayu, terlihat sangat asri dan teduh. </font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><a href="http://kisahsemu.files.wordpress.com/2013/04/img_5034.jpg?w=403&amp;h=538"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="Koto Gadang 1" border="0" alt="Koto Gadang 1" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/Koto-Gadang-1.jpg" width="182" height="242" /></font></a><a href="http://fitrimelinda.files.wordpress.com/2013/04/040213_0645_kopdargreat2.jpg?w=698"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="koto gadang 2" border="0" alt="koto gadang 2" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/koto-gadang-2.jpg" width="183" height="242" /></font></a><a href="http://kisahsemu.files.wordpress.com/2013/04/img_5035.jpg?w=403&amp;h=538"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="Koto Gadang" border="0" alt="Koto Gadang" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/Koto-Gadang.jpg" width="182" height="242" /></font></a></p>
<p><font face="Tahoma">Sebelum turun kami berfoto dulu di Tugu, eMak terlihat antara menyeringai dan meringis karena sudah membayangkan banyaknya anak tangga yang akan dilalui. Sedangkan dua anak muda ini terlihat cerah ceria, siap menghadapi tantangan&#160; yang ada di depan mata [jadi ingat pendakian ke hutan raya <strong><a href="http://ladangjiwa.com/12164/petualangan-taruko-balingka-1">Balingka</a></strong>.. akunya sudah sesak napas, sedangkan anak-anak masih lantang bernyanyi dan sesekali melompat dengan riang]</font></p>
<p><font face="Tahoma">Btw, itu tugu bagian bawahnya terlihat kotor mungkin karena banyaknya yang berfoto di sana sambil satu kaki napak pada dinding tugu dan juga mungkin terkena percikan hujan. Semoga ada petugas yang kepikiran buat membilas tugu tersebut biar gak terlihat dekil.</font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="koto gadang 2" border="0" alt="koto gadang 2" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/koto-gadang-22.jpg" width="222" height="149" /></font><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="koto gadang" border="0" alt="koto gadang" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/koto-gadang1.jpg" width="221" height="149" /></font><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="koto gadang 1" border="0" alt="koto gadang 1" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/koto-gadang-11.jpg" width="112" height="148" /></font></a></p>
<p><font face="Tahoma">Aksi turun janjang pun dilakukan, ternyata tidak begitu berat. Tidak seterjal yang aku bayangkan.. aku berpapasan dengan beberapa bapak ibu yang sudah sepuh, yang mengambil jalur berlawanan sehingga mereka harus mendaki untuk sampai di Koto Gadang, hebat..!</font></p>
<p><font face="Tahoma"><strong><a href="http://ladangjiwa.com/13762/kamari-bedo-wisata-negeriku">Sampah plastik</a></strong> yang pernah dulu aku khawatirkan, memang tampak di beberapa tempat. Instruksi agar membuang sampah pada tempatnya terlihat di sana sini, tapi tempat sampahnya kurang tersedia. Entah mataku yang siwer, rasanya aku tak liat loh.. jangan sampai para pengunjung yang cendrung polos tanpa mikir&#160; itu menganggap lembah yang terbentang di bawah janjang sebagai tempat sampah raksasa, hadehh.</font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><font face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="IMG_3177" border="0" alt="IMG_3177" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_31771.jpg" width="281" height="189" /></font><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="IMG_3178" border="0" alt="IMG_3178" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_31781.jpg" width="281" height="189" /></font></p>
<p><font face="Tahoma">Nah, ini dia jembatan yang membuat dengkulku menjadi goyah.. faktor takut ketinggian dan jembatannya yang bergoyang-goyang mengakibatkan sensasi dengkul menjadi lemas, jika memungkinkan untuk ngesot akan lebih nyaman menurutku. Foto kanan terlihat bapak petugas dengan ceria ikut berpose.. lain kali harap lebih tegas sama pengunjung ya pak, jangan biarkan pengunjung berdesak-desakan di jembatan ini karena kapasitasnya hanya 10 orang. </font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><font face="Tahoma"></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="panorama" border="0" alt="panorama" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/DSCN69921.jpg" width="269" height="231" /></font><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="pical banto laweh" border="0" alt="pical banto laweh" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/04/IMG_50881.jpg" width="206" height="156" /></font></p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><font face="Tahoma">Dengan sisa dengkulku yang masih goyah, akhirnya kami bisa sampai di gerbang panorama Bukik.. kemudian duduk sebentar, menghabiskan sepotong semangka demi mengembalikan energi. Yang terlihat lemas tentu hanya aku sendiri, sedangkan Cupid dan Irfan tetap  penuh stamina.&#160; Foto kanan adalah ketika di kedai pical, karena terlalu ramai jadinya kurang nyaman.. suasana di kedai jadi semrawut banget, tapi tetep aku makannya lahap karena laper berat. #Kenapa yang kelaparan selalu aku..? sedangkan makhluk berdua itu anteng banget gak mengenal kata lapar.. <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p><font face="Tahoma">Ya sudah,&#160; demikian sekilas cerita perjalanan kami antara Koto Gadang dan Bukittinggi.. foto-foto adalah karya bersama, jika ingin melihat lebih jelas bentuk jembatannya bisa mengikuti postingan Cupid dan Irfan.</font></p>
<p><font face="Tahoma">#cerita kopdarnya masih bersambung..</font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"><strong>note:</strong> sebaiknya&#160; lakukan peregangan yang cukup sebelum turun/mendaki tangga.. jika tidak, dijamin betis anda akan menderita nyeri dan baru sembuh setelah tiga hari. <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13954/antaro-koto-gadang-jo-bukik-tenggi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tasaro G.K &#124; Tiga kali Paling</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13915/tasaro-g-k-tiga-kali-paling?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tasaro-g-k-tiga-kali-paling</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13915/tasaro-g-k-tiga-kali-paling#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 12:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rein Kinanthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[keRakBuku]]></category>
		<category><![CDATA[galaksi kinanthi]]></category>
		<category><![CDATA[kinanthi hope]]></category>
		<category><![CDATA[kinanthi terlahir kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Tasaro G.K.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13915</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; Ini…komentar paling mengunci yang pernah saya baca…kelahiran kembali Kinanthi yang paling …paling sesuai dengan apa yang pernah terpikir oleh pengarangnya, sewaktu memulai proyek ini. Trimakasih telah membaca. “Kita tak perlu menjadi atheis untuk menjadi seseorang yang menghargai tuhan-tuhan orang lain..” [komentar seseorang yang mengaku bernama Tasaro G.K] &#160; Aku, Rein Kinanthi.. memang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center">&#160;</p>
<p align="center">&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Tasaro G.K | Kinanthi terlahir kembali" border="0" alt="Tasaro G.K | Kinanthi terlahir kembali" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/03/Tasaro-G.K-Kinanthi-Hope-LJ.returns.png" width="545" height="262" /></font></p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font size="1" face="Tahoma">Ini…komentar paling mengunci yang pernah saya baca…kelahiran kembali Kinanthi yang paling …paling sesuai dengan apa yang pernah terpikir oleh pengarangnya, sewaktu memulai proyek ini. Trimakasih telah membaca.</font></p>
<p><font size="1" face="Tahoma">“Kita tak perlu menjadi atheis untuk menjadi seseorang yang menghargai tuhan-tuhan orang lain..”</font></p>
<p align="right"><font face="Tahoma"><font size="1">[komentar seseorang yang mengaku bernama <strong><a href="http://ladangjiwa.com/13321/tasaro-g-k-kinanthi-hope">Tasaro G.K</a></strong>]</font> </font></p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma">Aku, Rein Kinanthi.. memang terkadang lebay kayak eMak.&#160; Begitu senangnya semalam tulisanku dikomenin sama om Tasaro, dengan kalimat yang lumayan bikin nyengir kege-eran. Sempat curiga aku dikerjain sama </font><a href="http://akubunda.wordpress.com/2013/02/19/tentang-ke-arah-pulang/"><strong><font face="Tahoma">bieNok</font></strong></a><font face="Tahoma"><strong>,</strong> <strong><a href="http://harumhutan.wordpress.com/2013/03/13/tentang-blog/">bieNeng</a></strong> atau <strong><a href="http://ramudeng.wordpress.com/2013/03/17/kemasukan/">bieLung</a></strong>, jangan-jangan itu komen mereka ya..? tapi tiga bibiku itu kan orangnya baik hati gak pernah jail kayak eMak, jadi lebih baik aku pede saja bahwa itu memang beneran om Tasaro.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Senang mengetahui om Tasaro setuju [setidaknya beliau menyertakan tiga kali kata ‘paling’..] dengan poin yang aku ambil sebagai tonggak kelahiran kembali diri Kinanthi. Membaca Kinanthi dari awal sampai selesai, kita akan menemukan beberapa titik  kelahiran kembali diri sang kinanthi.. di sinilah aku acung jempol buat Tasaro G.K bukan perkara mudah untuk menulis seperti itu. Lha, aku menulis reviewnya saja setengah mampus, itupun bisanya cuman kritik dowank.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Aku belajar dari pengalaman eMak dalam membaca dan mengambil poin dari sebuah tulisan. Kadang inti dari sebuah cerita hanya terlihat samar karena tertutupi oleh bumbu pengisahan yang dituntut harus ada agar sebuah novel menjadi menarik untuk dibaca. Pokok pikiran&#160; bisa tersamarkan oleh kisah drama yang jungkir balik,&#160; kadang terkelabui oleh cara penuturan yang kocak, dan&#160; paling sering terselimuti oleh bumbu percintaan dengan taburan quote puitis yang berpotensi membuat aku galaw dan lalu lupa mencari inti cerita.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Saat memegang sebuah buku, kita pasti punya pertanyaan dan pengharapan kuat bahwa buku tersebut akan memberikan jawabannya. Masing-masing &#160; punya pertanyaan yang berbeda, meskipun itu buku yang sama. Barangkali ada yang bertanya bagaimanakah ending Kinanthi dengan dengan bapak ibunya..? dengan kampung halamannya..? dan teristimewa bagaimana ending Kinanthi dengan Ajuj..? jika pertanyaan tak bertemu jawabannya, sering kita menuduh endingnya nggantung..&#160; iya kaann..?!! <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p><font face="Tahoma">Dalam novel Kinanti, aku ‘dilegakan’ oleh Tasaro G.K pada halaman 529, saat Kinanthi berkata bahwa menjadi seseorang yang religius bukanlah ide buruk. Tak perlu menjadi&#160; ateis untuk dapat menghargai Tuhan-Tuhan orang lain. Bagiku di situlah endingnya, seorang Kinanthi yang selama ini tak pernah menyinggung tentang&#160; Tuhan dalam pergulatan hidupnya,&#160; akhirnya ia menyatakan siapa dirinya lewat&#160; dialog yang hanya disampaikan selewat saja. Kecerdasan seorang Tasaro justru karena hanya menuliskannya selewat saja, jika sampai ia mengulang poin itu untuk penguatan, maka novel ini  tak lagi menarik.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Terimakasih om Tasaro, untuk tiga kali kata ‘paling’-nya.. terimakasih sudah menjawab pertanyaanku, tentang seperti apakah kelahiran kembali&#160; yang paling indah untuk seorang Kinanthi.</font></p>
<p> <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13915/tasaro-g-k-tiga-kali-paling/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FEEDLY : Kecengan Baru</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13906/feedly-kecengan-baru?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=feedly-kecengan-baru</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13906/feedly-kecengan-baru#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2013 13:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemaTANGtenTANG]]></category>
		<category><![CDATA[chrome]]></category>
		<category><![CDATA[feed reader]]></category>
		<category><![CDATA[feedly]]></category>
		<category><![CDATA[google reader]]></category>
		<category><![CDATA[sync]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13906</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ummi Lina di Serbelawan sana sering berpesan agar aku jangan pernah&#160; berlarut-larut dalam kegalawan. Apalagi hanya masalah hendak ditinggal pergi sama google reader ini,&#160; karena segala sesuatu pasti ada solusinya asalkan kita mau berusaha, buktinya hanya dalam hitungan jam sudah bertemu calon pengganti. Namanya FEEDLY. Ajaran&#160; dari Ummi Lina juga, agar sebelum benar² ditinggal [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma">Ummi <strong><a href="http://ramudeng.wordpress.com/2013/03/10/minus">Lina</a></strong> di Serbelawan sana sering berpesan agar aku jangan pernah&#160; berlarut-larut dalam kegalawan. Apalagi hanya masalah hendak ditinggal pergi sama google reader ini,&#160; karena segala sesuatu pasti ada solusinya asalkan kita mau berusaha, buktinya hanya dalam hitungan jam sudah bertemu calon pengganti. Namanya FEEDLY.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Ajaran&#160; dari Ummi Lina juga, agar sebelum benar² ditinggal pergi sebaiknya kita membiasakan diri dengan calon pengganti. Alias pasang dua²nya, agar kelak terbiasa dan gak bingung&#160;. Setelah kemarin sore mencoba, ternyata gampang dan cepat sekali proses sinkronisasi antara FEEDLY dengan Google Reader ini.</font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
<p><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="FEEDLY" border="0" alt="FEEDLY" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/03/FEEDLY.png" width="469" height="214" /></p>
<p align="center"><font size="1" face="Tahoma">hanya dengan satu kali klik, semua source langgananku langsung berpindah ke FEEDLY,&#160; hurray..!!!</font></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma">Feedly, adalah feed reader sebagaimana Google Reader, dan di luar sana ada banyak alternatif yang bisa kita pilih. Mengapa aku memutuskan untuk menggunakan Feedly, adalah supaya tidak repot dalam memindahkan url web yang aku langganani. Tinggal klik tombol sync maka data dari google reader otomatis berpindah ke Feedly.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Hasil uji coba, ternyata aku masih bisa membaca full entry content melalui tombol preview. Sama saja sih, tapi masih lebih cinta super setting-nya&#160; google reader karena loading full entry content lebih cepat. sedangkan preview pada feedly terasa lebih berat, tapi tentu saja ini sudah cukup membantu daripada harus buka tab sekaligus banyak.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Banyak yang suka dengan tampilan Feedly yang keren dan modern, sehingga google reader jadi terlihat kuno.. tapi aku yakin pasti banyak juga yang tetap cinta sama GR yang sederhana ini. Kejadiannya mungkin seperti saat FB berubah tampilan menggunakan timeline, waktu itu aku menolak tapi ya musti gimana. Lama² nanti akan terbiasa juga, yang penting Feedly ini sudah memberikan banyak kemudahan bagi aku yang gaptek kronis ini. Menggunakannya amatlah mudah, buat <strong>MS</strong> dan Nona <strong>Aiu</strong> yang juga membutuhkan reader pengganti, eMak sarankan agar kita barengan pindah ke <strike>GLEN</strike> FEEDLY saja.</font></p>
<p><img alt="kiki" src="http://facebookemoticons.com/images/kiki.png" /></p>
<p><font face="Tahoma"></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13906/feedly-kecengan-baru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Reader Putuskan Cintaku</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13889/google-reader-putuskan-cintaku?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=google-reader-putuskan-cintaku</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13889/google-reader-putuskan-cintaku#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 03:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemaTANGtenTANG]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[google reader]]></category>
		<category><![CDATA[google reader shutting down]]></category>
		<category><![CDATA[reading list]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13889</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Subuh tadi hujan turun deras di bukik nan tinggi. Makin sempurna menggalaukan hati&#160;&#160; ketika membaca sebaris kalimat pada halaman pertama yang biasa aku buka setiap mengawali hari. Google Reader shutting down on July 1, 2013.. begitulah kira² isi surat putus yang dilayangkan google buat aku, seolah menambahi petir pagi hari hendak memutuskan hubungan penuh [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma">Subuh tadi hujan turun deras di bukik nan tinggi. Makin sempurna menggalaukan hati&#160;&#160; ketika membaca sebaris kalimat pada halaman pertama yang biasa aku buka setiap mengawali hari. <strong>Google Reader shutting down on July 1, 2013</strong>.. begitulah kira² isi surat putus yang dilayangkan google buat aku, seolah menambahi petir pagi hari hendak memutuskan hubungan penuh cinta yang sudah kami jalin sejak tahun 2008.&#160; </font></p>
<p><font face="Tahoma">Setiap hari mengandalkan layanannya untuk membaca cukup banyak web favorit secara langsung, Aku begitu dimanjakan dengan fitur super settings berupa full entry content, sehingga aku bisa membaca lengkap update-an dari para&#160; penulis favoritku tanpa harus mengunjungi satu persatu, sangat memudahkan karena aku tetap bisa membaca meskipun jaringan sedang lemot.&#160; Di sanalah aku melewati hari di sela kegiatan lainnya, lebih banyak di sana dibandingkan blogku sendiri, dibandingkan fb apalagi twitter.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Bagiku Google Reader ibaratnya pensieve, ia menyimpan memori atas semua yang pernah aku baca meskipun sudah bertahun lalu, pokoknya pinter banget, deh..!&#160; Meskipun gamang, aku harus terima dong ya.. karena&#160; orang bijak bilang&#160; kita harus ikhlas melepaskan, untuk sesuatu yang lebih baik. Yakin bahwa google akan menyediakan layanan yang lebih keren bagiku dan kita semua.</font></p>
<p>&#160;</p>
<p><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="google reader" border="0" alt="google reader" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/03/google-reader.jpg" width="507" height="267" /></p>
<p>&#160;</p>
<p><font face="Tahoma">Ada 11 folder yang aku punya, setiapnya berisi puluhan web sesuai kategori masing-masing. Nuansa Bening adalah folder yang berisi web sahabat LJ. Setiap pagi folder ini&#160; yang aku selesaikan dulu membacanya, setelah itu baru menyusul 10 folder lainnya di saat luang. </font></p>
<p><font face="Tahoma">Bagi yang mengandalkan bacaan sehari-hari dari list reader ini pasti tau bagaimana rasanya hampa jika semua folder itu kosong tak ada postingan baru. Dan paling bahagia jika folder favorit&#160; memberitahu&#160; ada update-an baru. Berdasar capture di atas folder favorite berisi dua update-an dan folder lainnya berisi sekitar 2 sampai 10 postingan yang belum dibaca, mereka semua telah membuat hari-hariku berwarna dengan tulisan yang asik dan beraneka ragam.</font></p>
<p><font face="Tahoma">Okelah, sekarang yang aku perlu lakukan adalah memindahkan data dengan menggunakan google takeout, sembari mencari info layanan reader apa yang bisa aku gunakan sebagai penggantinya. </font></p>
<p><img alt=";)" src="http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif?m=1129645325g" /></p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13889/google-reader-putuskan-cintaku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LJ [whatever] Photo Challenge: [unwelcome] Kiss</title>
		<link>http://ladangjiwa.com/13859/lj-whatever-photo-challenge-kiss?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lj-whatever-photo-challenge-kiss</link>
		<comments>http://ladangjiwa.com/13859/lj-whatever-photo-challenge-kiss#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2013 01:58:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adel Ilyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[(whatever) Shoots!]]></category>
		<category><![CDATA[cium]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[kiss]]></category>
		<category><![CDATA[unwelcome kiss]]></category>
		<category><![CDATA[Weekly Photo Challenge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangjiwa.com/?p=13859</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Alif dan dua ciuman yang tak dikehendaki.. Itu dulu, semasa Alif belum berdaya apa² kecuali menjerit menghadapi kakak² sepupunya yang pada jail. &#160; Sekarang Alif sudah besar.. sudah bisa protes, jika ada yang maksa cium, gaplok saja..!! &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="unwelcome kiss" border="0" alt="unwelcome kiss" src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/02/Alif-2.jpg" width="300" height="386" /></p>
<p align="center"><font size="1">Alif dan dua <strong><a href="http://dailypost.wordpress.com/2013/02/15/weekly-photo-challenge-kiss/">ciuman</a></strong> yang tak dikehendaki..</font></p>
<p align="center"><font size="1">Itu dulu, semasa Alif belum berdaya apa² kecuali menjerit<br />
menghadapi kakak² sepupunya yang pada jail. </font></p>
<p>&#160;</p>
<p align="justify"><font size="1"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Alif " border="0" alt="Alif " src="http://ladangjiwa.com/wp-content/uploads/2013/02/Alif-1.jpg" width="209" height="333" /></font></p>
<p><font size="1"></font></p>
<p align="center"><font size="1">Sekarang Alif sudah besar.. sudah bisa protes,<br />
jika ada yang maksa cium, gaplok saja..!! <img src='http://ladangjiwa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </font></p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangjiwa.com/13859/lj-whatever-photo-challenge-kiss/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
