Skip to main content

Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun

Masa di umur 3 tahun adalah usia paling krusial bagi buah hati Anda. Karena di umurnya yang masih berkembang ini, anak punya keingintahuan yang sangat besar disertai dengan perkembangan fisik dan motoriknya yang masih perlu kita monitor. Si kecil juga masih punya kerentanan akan lingkungannya, sehingga kita mesti waspada sekaligus membekalinya pendidikan sesuai dengan umurnya.

Menanamkan nilai agama sudah waktunya dimulai sejak umur 3 tahun ini. Misal dengan mengajaknya bersama-sama sholat berjamaah, berdoa’a dan membaca Al Qur’an. Selain itu kita juga mesti mewujudkannya dalam aktivitas positif yang applicable buat anak seusianya tentunya. Misalnya dengan berbagi dengan keluarga, adik atau kakak, atau ke ayah dan bunda-nya. Menolong, bersedekah kepada fakir miskin juga perlu kita ikutkan sembari kita jelaskan apa yang kita lakukan.

Berikut ini adalah kumpulan lengkap dalam bentuk list yang bisa langsung Anda praktekkan dalam melatih emosi dan motorik anak umur 3 tahun ini. Simak dan lakukan di rumah ya.

cara mendidik anak usia 3 tahun

Mendidik Anak untuk Mandiri

Mandiri ini tentu tidak sama dengan anak besar yang sudah SMA atau kuliah ya. Kita ajarkan sesuai dengan umurnya. Dengan mandiri, selain bisa meringankan beban kita selaku orang tua, anak juga akan terlatih. Sehingga bisa menjadi bekal untuk lebih mandiri lagi ke depannya. Caranya tentu diawal mesti kita contohkan berbarengan dengan si kecil.

Kemandirian si kecil ini kita bisa lakukan dengan membiasakan secara terus-menerus. Contoh yang bisa kita ajarkan adalah sebagai berikut:

  • Tidur siang setiap jam 1 siang, ajari secara konsisten
  • Membuang sampah sehabis makan snack yang ada bekas/bungkusnya
  • Buang air kecil membuka celana/pakaian sendiri, kita masih mesti memandunya agar tetap bersih
  • Cuci tangan dan pipis sebelum tidur

Diawal-awal melatih anak, kita mesti bersabar dengan kemampuannya menyerap. Dibutuhkan ekstra hati-hati dan rasa kasih sayang, karena pembiasaan ini tidak bisa sekali dua kali, tapi terus menerus kita lakukan setiap hari. Nanti lama kelamaan, anak akan terbiasa dengan sendirinya. Kadang kita pun, lucu dan haru melihat hasilnya ketika buah hati kita sudah bisa melakukannya dengan sendiri.

Mendidik Anak Menjaga Emosi umur 3 Tahun

Sedih yang dihadapi si kecil biasanya dilampiaskan dengan menangis. Ada juga sebagian yang melampiaskan dengan meraung-raung, lebih-lebih jika ada hal yang disukainya ternyata rusak, hilang, kita ambil karena sudah terlalu lama misalnya. Emosi ini mesti kita sikapi dengan ekstra tenang dan penuh cinta kasih dengan si kecil.

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan menghadapi tangisan/emosi si kecil bisa kita lakukan sebagai berikut:

  • Menunjukkan kasih sayang kita, bisa dengan ucapan atau bisa juga kita lengkapi dengan pelukan atau gendongan atau elusan yang lembut.
  • Mulai dengan dengarkan emosi atau tangisannya, sambil melihat muka lucunya, kalau ada air mata, ucap perlahan.
  • Lanjutkan dengan menjelaskan penyebab dia menangis sesuai versi kita tentunya, jelaskan penyebabnya. Sampaikan dengan nada empati
  • Jika anak mengelak atau malah tambah menangis, tidak perlu gusar. Kita hanya perlu menyampaikan penyebab dari dia menangis/emosi disertai penjelasan agar dia memahami akar permasalahannya. Sampai sini, jangan memaksa dengan kekerasan ya
  • Bersyukurlah jika dengan penjelasan Anda, si kecil bisa diam. Jika tidak berhenti juga, Anda mesti memalingkan perhatiannya agar berhenti emosinya, bisa dengan memberi mainan, mengajaknya ke tempat lain, memberikan makanan kesukaannya, dll.

Melatih Anak Usia 3 Tahun dengan Mengajak Bermain

Bermain adalah sarana belajar yang enak bagi anak, bagaimanapun seusianya waktu yang tepat untuk mengajarinya adalah saat bermain. Berbicara dengan anak yang pas diusia ini adalah saat dia bermain, karena dunianya ya main, heee.

Kita bisa ngomong soal edukasi nama-nama binatang misalnya, nilai-nilai kedisiplinan dan sebagainya saat buah hati kita sedang bermain. Jadi mulai sekarang, saatnya main dan belajar bersama anak. Selamat mempraktekkan ya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *