Riwayatmu Nyai..
September 19th, 2011 by Adel Ilyas
Tatapanku terpaku pada selembar koran bekas yang terhampar di meja dapur.. 
Apa hubungan antara Nyai dan Kaum Indo? Dalam salah satu kesempatan Professor Pamela Pattynama, guru besar luar biasa Universiteit van Amsterdam mengutip kalimat dari penulis buku ini, Reggie Baay. ”Nyai adalah nenek moyang kaum Indo Eropa.” (kompas, 8 september 2010)
Kontan saja aku nyengir membacanya, karena dalam sehari² saat bertukar sapa dengan botjah² tersayang itu panggilan Nyai termasuk kedalam sapaan yang digunakan selain bray, bro, dan lur.. Nah, mumpung ada korannya aku lanjut saja membaca sampai tuntas.
Menarik sekali tulisan ini, review tentang buku karya Reggie Baay yang berjudul : Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda. Ditulis oleh seorang Pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya UI, Bapak Achmad Sunjayadi. Yang setelah aku gugling ternyata beliau memiliki blog yang menarik sekali untuk disimak .
Tentu saja aku takkan menulis ulang semua review tersebut, silahkan baca saja di blog beliau. Aku hanya mencatat beberapa poin yang menarik perhatianku.
1. Sebutan Nyai pada masa kolonial ditujukan pada perempuan simpanan orang asing, khususnya orang Eropa. Sebutan ini menurut anggapan orang Eropa pada masa itu setara dengan concubine, bijwijf atau selir yang meniru kebiasaan para raja di Nusantara yang memang memiliki banyak selir. Apabila kita menyebutkan kata ’nyai’ pada masa kolonial, kemungkinan reaksi orang akan beragam. Ada yang tersenyum kecut, memasang wajah sinis atau meremehkan dan mungkin saja mengangkat bahu. Enggan membicarakannya lebih lanjut. **eMak juga sempat tersenyum hasyem membaca ini, karena tidak menyangka panggilan Nyai ternyata dimaknai negatif pada masa tersebut.
2. Ehya, Reggie Baay itu ternyata lelaki, lur..! dan beliau adalah cucu seorang Nyai (Moeinah). Penulis roman De Ogen van Solo (2006) ini menelusuri akar per-nyai-an dengan menggunakan titik awal sejarah keluarganya, tidak hanya menelusuri akar keluarganya tetapi juga mewancarai anak-anak dan cucu-cucu dari para nyai yang lain serta mengumpulkan foto-foto mereka. Seperti kata pepatah ‘sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui’, Baay tidak hanya mendapatkan informasi tentang asal-usulnya, ia juga mendapat informasi bagaimana nasib beberapa nyai tersebut sekaligus meramunya dengan sumber-sumber sejarah serta karya sastra sejaman dan modern.
3. Pergeseran makna. Seperti halnya dengan panggilan Bung yang semula digunakan sebagai panggilan pengobar semangat, lalu dalam satu episode sejarah ia berubah menjadi panggilan yang digunakan dalam pertukaran kalimat yang tidak lagi hangat cenderung kasar, sehingga lama kelamaan panggilan tersebut ditinggalkan. Begitu juga yang terjadi dengan Nyai, dulunya merupakan panggilan kehormatan untuk wanita yang dianggap lebih tua serta kaya dalam ilmu dan pengalaman hidup, mungkin seperti panggilan yang dilekatkan pada Nyi Ageng Serang kali ya..? namun lagi² dalam perjalanan sejarah ia berubah menjadi panggilan yang memberikan aura berbeda.
Haduuwwhhh pegimane ceritanya niyh Gan..? semua yang tadinya baik, trus dibelokkan maknanya jadi bengkok. trus gak kepake lagi, truuuss hanya tinggal sejarah saja. Segala yang jadi cirikhas Indonesia bisa habis ludes tak bersisa.
[OOT dikit] Seperti dulu wayang digunakan oleh para wali sebagai media dakwah, lalu kenapa kemarin pernah kudengar kabar bahwa sebuah pertunjukan wayang diserang dengan penuh kekerasan di sebuah desa di Jawa Tengah..? Dan tiga patung, Bima, Semar dan Gatotkaca dihancurkan di Purwakarta. Entahlah, apa yang ditakutkan hingga berlaku brutal begitu..? bukankah Bima, Gatotkaca dan Semar adalah perwujudan sifat² baik, seperti halnya kita bisa menerima adanya patung Bung Karno dan Bung Hatta, juga patung Jendral Soedirman, bahkan juga patung Ajat Sudrajat yang ada ditengah kota Bandung itu. Bilapun memang tak berkenan, apakah tak ada jalan selain kekerasan..? hufftt..
habis ini klo masyarakat di desa takut diserang lagi gara² nanggap wayang, apa sebaiknya nanggap dangdut koplo saja semalam suntuk..?
huushhh.., Nyai dilarang nyinyir..!!! ![]()
Tags: Achmad Sunjayadi, De Ogen van Solo, Nyai, Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda, patung wayang, Reggie Baay, wayang
kayaknya bentar lagi ibu² di ranah minang gak boleh menggunakan panggilan Bundo.. dan semua patung Bundo Kanduang dirubuhkan juga.. karena dianggap kebudayaan peninggalan kerajaan minangkabau saat masih animisme
waks !
^ salah letak
^
emonya gak asik
Orang2 sekarang mudah bringas lho bu dok. Nggak tahu penyakit apa gerangan yang menimpa mereka itu.
Pakde Cholik recently posted..Batikkan Harimu! ~ Selendang Batik Tanda Lahir
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
gundik orang asing ada di urutan no. 3
ngelesklo Nyi Roro Kidul diganti jadi Bu Roro Kidul pasti kesannya gak serem lagi
Kalo pake Mbak Roro Kidul, kesannya malah lebih akrab
Mbak Roro yang itu sih tiap arinya standby di Pajak Horas, jual ayam potong
Bu Roro mah perias pengantennya mamaw ^_^
hitungan yang dipakai dalam bahasa asli Aborigin menyebut “roro” utk angka 2 (dua).. urutannya “saji” “roro” “toru”… dst…
Temennya orang Aborigin recently posted..Iranian Hijaab, most top likes on Facebook
Kak Ram emang sohib akrabnya nyi roro kidul yaaaa…?
pantesan manggilnya mbak ………..
salam
bundadontworry recently posted..‘Wajah Asing’ Di Supermarket
mamih.. genDuk itu aslinya adalah Nyi Roro Kulon, adik bungsu dari Nyi Roro Kidul.
ane sedikit mudheng soal “Nyai’ sewaktu ane baca buku Bumi Manusia-nya PAT…
* semacam kebhinekaan yang mati dijalanan…
<— komen OOT
Pergeseran sebutan bukan saja di Indonesia, di luar negeripun sama.
Kata “daddy” utk panggilan ayah kandung, juga dipakai oleh para mucikari dan istilah2 lain utk mengejek dengan kalimat “come to daddy…”
pa Tuo recently posted..Iranian Hijaab, most top likes on Facebook
sebutan “Nyi” dalam istilah basa sunda ditujukan bagi perempuan yang belum menikah atau perempuan muda yang baru ketemu dengan orang yang lebih tua, tapi ga ada hubungannya dengan nama daerah “Cileunyi” apalagi nama Tol “Padaleunyi” he he he…
Urang sunda recently posted..Iranian Hijaab, most top likes on Facebook
Nyai jaman “doeloe” memang seperti itu koq, kalopun anak2 eMak manggil dengan sebutan “Nyai” karena mereka merasa eMaknya secantik Nyai Roro Kidul dan sehebat Nyai Dasimah dalam legenda betawi…
Inderlander recently posted..Iranian Hijaab, most top likes on Facebook
Iya ya …
Terjadi pembelokan makna …
Yang mulanya baik … malah justru akhirnya jadi “kebalikannya”
Mengenai pertunjukan wayang dan patung diserang ?
waduhhh … ! (no comment)
Salam saya BundoDentist
nh18 recently posted..TODAY
eMak, Nyai, Gan,Bray….pokoknya apa aja deh panggilannya eMak,

aku teuteup cintah secintah cintah nya sama eMak …
( peluk2)
kalau nyai2 di betawi itu biasanya utk panggilan nenek2 Mak, secara japos dikelilingi orang betawi ….hehehe
salam
bundadontworry recently posted..‘Wajah Asing’ Di Supermarket
siapalah lagi yang cinta sama emak klo bukan mamih seorang..
**klo di japos aku pasti dipanggil Mpok Sabbaee.
nyai itu malah nama mbak yang suka bantu2 di rumah
tetangga sebelah neneknya disebut nyai ….
monda recently posted..Weekly Photo Challenge : Faces
jadi memang sudah pas klo para botjah itu panggil Nyai sama aku..
Mamahku suka dipanggil ‘Nyi’ Mak, di kampung halamannya di pedesaan Ciamis sana, itu panggilan semacam “neng” gitu kalo ga salah.
Eh,kalo Neng Roro Kidul lucu jg ya hihihihihi
Orin recently posted..Another Sweetest Memory
dulu waktu masih imut, neng roro mah bageur pisan..
salam eMak wat semua Nyai di ciamis sana.. terutama Nyi Imas anu geulis tea..
Nyi Sabbaee recently posted..Bukan Weekly Photo Challenge: Mountains
Jadi inget Nyai Ontosoroh-nya Pramudya…
btw, paragraf terakhir sudah kubahas di FB. Nyedihi…
Tt recently posted..Mas Krishna singing
semoga panggilan “inyiak” tidak mengalami pembelokan ke hal yang negatif…
vizon recently posted..ada razia..!
Dikampung saya, ibu2 yang agak sepuh biasa dipanggil Nyai. Misalnya Nyai Yah (nama lengkapnya saya tidak tah) adalah tukang pijat langganan saya, sekarang digantikan anaknya Nyai Jaenah.Selain memijat, beliau juga informan saya jika saya ingin tahu keadaan para tetangga. Kalau saya tanya : Si A dimana sekarang, maka dia dengan lancar akan menjawab ” wow…sudah lama mati kok “.
Disana ada Nyai Wagini, Nyai Raki, dll. Panggilan itu masih melekat sampai sekarang dan belum ada yang berani mengganti dengan sebutan Oma atau Grandma.
Salam sayank selalu dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted..Batikkan Harimu! ~ Selendang Batik Tanda Lahir