tour de Los Lambuang
February 7th, 2011 by Adel Ilyas
Los itu apa sih.. lorong kali ya..? saya sedang malas mencari maknanya.. kira2 begitulah **semoga ga dimarahin Yus Badudu**, sedangkan lambuang, ya lambung.. tempat makanan diperut kita. hampir semua makanan yang dijual disini berasal dari kampung kapau.. sebuah kampung dipinggir kota bukittinggi.. yang indahnya.. dahsyat gile..!!! **subhanallah.. maksudnya**
Katupek kapau.., hmm..
pernah saya sebut sekilas ditulisan tentang hari pekan.. sejenis warung yang mempunyai 4 sisi, si ibu (sang penjual) duduk disatu sisi menghadap kepada para pembeli yang mengisi bangku di 3 sisi lainnya.. ditengah-tengah semua itu ada sebuah meja dengan segala macam pernak-pernik keperluan, untuk menciptakan sepiring ketupat yang lezat..
perlu saya jelaskan segala pernak-pernik itu.., ada sayur lobak singgalang yang diiris halus, mie kuning, jantung pisang rebus diiris halus, bihun goreng, kerupuk merah, kripik talas pedas yang super renyah dan ketupat yang digantung pada sudut belakang meja, sedang pilihan kuahnya ada dua macam.. kuah gulai kuning yang berisi nangka, ‘kamumu’ (batang keladi) plus rebung ataukah kuah pical/saos kacang yang pekat itu, favorite saya adalah ketupat dengan bihun goreng disiram kuah gulai plus sedikit kuah pical.. lalu diatasnya dihiasi kripik talas **halah.. keliatan nggragasnya**
ehhmm.., ada ga ya.. yang sekitar tahun 80-an akhir, pdkt atau kencan diwarung ketupat ini (wuoii.. istilah pdkt jaman sekarang apaan seehh..).. lucu kali ya.. pdkt didepan ibu penjual yang jaraknya hanya sekitar 1 meter dari kita, dan yang pasti dipelototin terus sama si ibu warung.. hihihi…
sayang sekali masa remaja saya, tak sempat merasakan apa itu ‘pdkt’ **tepu..**. jadi saya ke warung ketupat itu selalu rame-rame dengan teman satu gank yang hebohnya bukan main.. hehhe, segitu juga makan diwarung ketupat los lambuang adalah hal yang cukup ‘gaul’ pada saat itu
ada yang hampir terlupa, bagian terluar pembeli ditutupi dengan kain putih yang cukup lebar di tiga sisi diikatkan dengan menggunakan tali rafia, sedangkan sisi penjual dibiarkan terbuka.. karena masih harus menyimpan peralatan masak seperti kompor dan lainnya.. sayangnya saya tak mempunyai foto warung ketupat ini.. di los lambuang sekarang sudah mulai berubah bentuk sedangkan di Pasar Aur Kuning mereka masih menggunakan style lama.. dimana pada saat datang kita harus menyibakkan dulu kain putih yang menutupi tenda..
Nasi Kapau
masih satu los dengan ketupat.., warungnya pun segi empat.. hanya saja lebih luas.. dan ibu penjual duduk disatu sisi dengan posisi yang lebih tinggi dari pembeli.. sedangkan ditengahnya diletakkan segala macam lauk pauk yang disusun bertingkat. Bila kita hendak memesan.., si ibu akan mengambil lauk dengan menggunakan sanduak (sendok panjang dari batok kelapa).. saking panjangnya sanduak itu sehingga dapat menjangkau bagian terjauh dari tempat si ibu duduk..
sejatinya makan nasi kapau, haruslah dicampur semua kuah dan samba ladonya.. jadi bila cuman makan nasi plus ayam bumbu saja tanpa guyuran bermacam pernak-pernik itu, bukan nasi kapau namanya. secara warna, Nasi Kapau itu indah.. setidaknya harus ada 6 warna diatas piring.. putih dari nasi, kuning dan hijau dari gulai sayur kapau (kacang panjang, rebung, nangka), merah dari samba lado, hitam dari bubuk rendang (biasanya ada kentang kecil atau singkong yg dipotong dadu), coklat muda dari bumbu lengkuas ayam goreng, coklat tua dari kuah cancang dan kalio.. **fiuuhh.. cape dee..**
nah apapun lauk yang anda minta.. seharusnya warna warni itu adalah standar bakunya.. barulah anda tau apa itu sesungguhnya nasi kapau.. seperti misalnya nasi rames, nasi campur.. ya.. sebenarnya kudu meriah.. tapi jaman sekarang, banyak orang yang perutnya tak sanggup **termasuk KD**
bagi saya bukan masalah sebenarnya.. asal saya tak memakannya ditempat.. karena bisa memancing kepanikan.. coba anda bayangkan diposisi duduk yang sangat mepet dengan pembeli lain **duduk bersebelahan** karena menggunakan bangku, bukan kursi..apalagi klo hari pekan bakal dempetan banget.. saya pasti sibuk mengurusi hidung saya yang meler terus, bisa menghabiskan berlembar2 tissue.. ahh hilanglah semua kenikmatan itu ![]()
so.., take away sajalah..
tapi jangan khawatir, jaman sekarang sudah banyak nasi kapau yang berkonsep ala restoran.. tapi saya tetap memilih beli bungkus agar lebih tenang menikmatinya pelan-pelan dan tahukah anda porsi sebungkus nasi kapau..? bisa dimakan oleh 3 orang.. tapi tentu saja harus lauk ekstra
lagi-lagi di los lambuang bentuk kedai nasinya sudah banyak dirombak.. ciri khas kain putihnya sudah mulai hilang.. kalo ingin ketemu yang masih gaya lama yaa.., ke pasar Aur lagi..
tapi khusus disana nasi Kapau hanya ada dihari Pekan saja..
di dekat pintu masuk Los Lambuang sebelah belakang.. ada penjual gulo-gulo tare.. ahh saya juga tak punya fotonya.. itu sejenis permen tradisional yang terbuat dari gula enau **kira-kira neehh** trus istimewanya adalah dilumuri tepung yang sudah disangrai, saya paling suka sensasi tepungnya.. tapi sekarang saya sudah ga bisa lagi memakannya karena tenggorokan saya gampang banget meradang setiap makan yang manis-manis.., dipikir2 apakah amai (ibu) yang jualan itu masih punya pelanggan.. secara dijaman sekarang jajanan anak2 sudah modern semua.. ahh, bukankah Allah selalu adil dalam membagi rezeki hambaNYA..
seperti biasa.. semestinya masih banyak yang ingin saya uraikan.. tapi bila terlalu panjang saya khawatir anda kabur sebelum tuntas membacanya..
dan saya maklum bahwa pembahasan saya tentang katupek kapau dan gulo-gulo tare itu tak mungkin membawa saya menjadi calon walikota Bukittinggi, tapi cukuplah memenuhi hastrat nostalgia bagi saya sendiri.. krn meskipun telah kembali pulang sejak 3 tahun yang lalu.. tak selalu saya sempat menengok tempat2 kenangan itu.
Tags: Bukittinggi, gastronomy, gulo-gulo tare, hari pakan, katupek kapau, los lambuang, nasi kapau

Wah! Cerita makan…
Saya suka ketupat dengan kuah kacang…
*Kalau Los Angeles itu maksudnya Kota Malaikat.
slruuuup…..
hmm…..manjejeh salero wak..
jadi taragak pulang
Imran:
tadinya saya hendak tulis “tour de Los Angeles”
tapi apa daya.. belum sempat juga kesana
aderay:
terimakasih ya Rabb..
dia sudi menuliskan sedikt kata disini
Stop….stop…..indak talok malanjuikan mambaconyo doh. Alah taganang2 aia liua di sikoah, tolong lah bundo hindari mam posting artikel2 samacam ko, agak i lah banyak urang yang akan menderita di siko apo lai sampai tabao2 ka mimpi. Nightmare jano urang.
joe, kuatkanlah iman tu saketek..
,
, 
bialah nigtmare biko.., bisuak ajak bunda si Nao bali nasi kapau di bekasi tu..
lai du.. indak kajauah beda bagai lamakno jo nan di Los Angeles