LJ [whatever] Photo Challenge: Gadang
October 13th, 2012 by Adel Ilyas

Jam Gadang (big clock in Minang language)
the icon for Bukittinggi
Objek yang paling sering aku lihat ini, adalah objek yang paling sulit untuk aku foto. Menurutku sebagai pemotret pemula, Jam Gadang terlalu kaku untuk difoto, tambah lagi di sekeliling taman sabai nan aluih pohonnya makin berkurang.. jadi makin sulit untuk membingkai ikon kebanggaan warga bukik tersebut. Hal ini memang masalah jam terbang sebagai tukang foto, karena aku lihat hasil foto punya uda erison dengan objek jam gadang terlihat bagus semua.. harus lebih banyak lagi berlatih.
Potret Jam Gadang yang di atas itu lumayanlah, aku mencoba agak menjauh dan mengambil foto dari bawah sebatang pohon yang lumayan tinggi, akhirnya terbingkai juga!

Lembah Harau – Payakumbuh
Kunamai sajalah tebing-tebing itu Big Wall.. ada banyak air terjun yang mengalir di sela-sela tebing yang memanjang tersebut, masih memukau meskipun airnya sudah tidak lagi deras. Pada foto di atas, terlihat satu air terjun di bagian kanan. Jika kita berjalan terus ke kanan maka akan bertemu 3 air terjun lagi dengan jarak yang berdekatan.
Ciyus.. pokoknya klo ke sini, aku jamin kamu bakal bilang, Woww..!!!”
Rumah Gadang Pagaruyuang
meneer from cigugur klaim bahwa ini jepretan beliau
Rumah gadang [Minangkabau language: "Big house"] is the traditional home of the Minangkabau.
Rumah gadang milik rakyat biasa tentu saja tak sebesar istano basa pagaruyuang. Bahkan rumah gadang tidak selalu harus bergonjong, tapi yang aku lihat bahwa rumah gadang pastilah berupa rumah panggung beratap ijuk, bertangga kayu atau tembok. Kolong bawah untuk menyimpan peralatan pertanian seperti cangkul, ladiang, sikapak, garobak, dll.
Meskipun ukurannya relatif kecil akan tetap disebut rumah gadang bila rumah tersebut adalah rumah milik bersama, ada lebih satu keluarga yang menghuni. Sedangkan sebuah rumah meskipun ukurannya besar tiada kepalang, tidak akan disebut rumah gadang jika itu adalah milik pribadi yang isinya hanya keluarga inti.. #ini sementara pendapatku saja, belum dikonfirmasi sama ahlinya.

Big Old Pan
Dalam sebuah kunjungan ke Museum Gudang Ransum Sawahlunto dengan MS beberapa waktu yang lalu, kami menemukan panci segede gaban. Panci ini zaman dulu digunakan untuk memasak dalam skala besar dengan menggunakan uap panas. Teknologi ini sudah hadir di tambang batubara Sawahlunto sejak awal abad ke-20, bahkan yang pertama di Indonesia pada masa itu.. keren banget kaann..?!
Pada foto di atas terlihat seorang chef sedang mencicipi hasil olahannya yang dimasak dengan panci besar tersebut, sengaja wajah disamarkan karena kuatir beliau jadi beken kayak chef Juna.
Ciyus deh!
Tags: big wall, gudang ransum, jam gadang, rumah gadang, taman sabai nan aluih, Weekly Photo Challenge
[...] secara mikro dan agregat yang dinikmati sebagai seni menjadi kunci sukses penyejuk ladang, pebisnis manis tangguh maupun ahli [...]