Sedikit Tentang Bapakku
October 11th, 2012 by Adel Ilyas
Bapakku lahir pada tanggal 27. 07. 1937, terlahir dengan nama Adlis Ilyas, sebagian orang memanggilnya Inyiak Datuak, sebagian mengenalnya dengan pak A.I sesuai inisial namanya. Beliau-lah yang menamaiku Adel, diambil dari awalan nama beliau sendiri.
[foto di samping ini adalah saat beliau diangkat menjadi datuk dengan gelar Datuk Palimo sekitar tahun 1968 setelah kakakku yang tertua lahir]
Kampung asal beliau adalah Birugo Puhun, sebuah kampung yang berada tepat di pinggir Ngarai Sianok. Jika terjadi gempa, kampung ini rawan bahaya.. tapi semasa aku kecil jarang sekali terjadi gempa besar, sehingga bagiku birugo adalah kampung yang indah dan menyenangkan. Rumah gadang keluarga bako (keluarga bapak) berada di sebuah sudut yang strategis, di mana terdapat sebuah kolam besar dan setiap pagi selasa & jumat ada pasar kaget di pinggir kolam yang dikenal dengan sebutan Pasa Salaju (Pasa Salasa Jumat).
Sampai sekarang pasar dadakan itu masih dipertahankan, meskipun aku lihat di kampung lain pasar semacam itu satu persatu menghilang sejak mulai lancarnya jalur transportasi menuju pasar bawah. Aku bersyukur karena pasar tersebut adalah salah satu kesempatanku untuk bernostalgia ke sana, sekedar membeli sebungkus lamang tapai dan mengingat-ingat tapak masa lalu bapakku di kampung birugo puhun.
Aku tidak bisa mengingat kakek karena beliau sudah tiada saat aku lahir, aku hanya bisa mengingat Uwak saja, panggilanku pada nenek dari pihak bapak. Aku ikut memanggil beliau uwak, karena semua orang di kampung memanggilnya begitu. Uwak bertubuh kecil, terlihat ringkih tapi kuat dan ulet.. yang aku ingat adalah setiap kali datang aku harus makan masakan beliau, nasinya selalu terhidang hangat karena disimpan dalam selimut tebal. Aku lumayan takjub mendapati wadah nasi bertutup rapat dan berselimut begitu, karena di rumah Aur tak pernah ada aksi macam demikian.
Bapakku anak nomer empat, kakak beliau lelaki semua. Rumah gadang uwak nyaris tidak punya penerus karena belum hadirnya anak perempuan sebagaimana yang selalu diharapkan dalam sistem matrilineal, hingga akhirnya uwak melahirkan sampai enam kali dan kemudian hadirlah ‘tek Ros yang menyelamatkan garis keturunan uwak dari kepunahan. Namun rumah pusako uwak sampai sekarang tetaplah sepi tanpa penghuni, karena tek Ros dari saat menikah sudah dibawa suaminya ke pekanbaru dan menetap di sana sampai punya anak cucu.
Keluarga bapak sebagian besar hidup dari berdagang, hanya beliau yang membelot sendiri dengan menjadi pegawai negeri. Pada masa tahun 60-an memilih menjadi pegawai negeri adalah sesuatu yang tidak populer, ibuku bilang gaji sungguh hanya pas-pasan untuk makan saja yang kadang tidak cukup sampai sebulan, jika berbelanja ke pasar para pedagang prihatin jika tahu yang berbelanja adalah pegawai negeri karena uangnya cekak.
Dari cerita ibu juga bahwa pada zaman dulu untuk sekolah itu perlu perjuangan, ingin melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA biasanya ditentang orangtua karena mereka butuh anaknya untuk membantu di pasar atau di sawah. Berbeda dengan sekarang, para orangtua ingin anaknya sekolah tinggi, tapi anaknya malah ogah²an. Aku bisa bayangkan perjuangan bapakku untuk terus sekolah pada zaman itu pastilah tidak mudah.
Aku hanya sebentar menikmati masa kecil bersama beliau, mungkin tak seperti sebagian besar dari kalian yang tumbuh dewasa bersama bapak. Di waktu yang sebentar itu ada yang aku ingat bahwa minat membaca aku dapat dari beliau, berkat setumpuk buku ejaan lama koleksi beliau yang aku lahap saat masih SD tanpa peduli bahwa itu bukan bacaan konsumsi anak-anak. Kesukaanku akan traveling juga berkat bapak, bukan karena beliau sering mengajak wisata ke luar kota, kami jarang sekali bepergian jauh. Tapi minimal dua kali seminggu aku selalu bersiap mengikuti beliau dengan mobil dinas tua menelusuri kampung-kampung di kabupaten Tanah Datar untuk bertemu masyarakat desa. Sampai 12 tahun usiaku, kami berpindah tempat tinggal sampai empat kali [Sungai Tarab, Tanjung Emas, Pariangan, Salimpaung] otomatis aku punya daerah jelajahan yang cukup luas di empat wilayah itu.
Hasrat penjelajahanku tak berhenti meskipun beliau telah berpulang di usiaku yang masih anak-anak, setelah kami sekeluarga pulang kampung untuk terus menetap di bukittinggi, aku selalu mengusulkan kegiatan trekking menyusuri perkampungan di setiap kali ada kegiatan bersama teman sekolah.. bahkan pernah kubawa pasukan satu kelas dari bukittinggi ke tabek patah, salimpaung, lalu mendaki bukit di sana.. #sok iye kali gak siyh.
Yang tidak aku dapat dari bapak (dan juga ibu) adalah kemampuan berbicara, meskipun dari kecil aku terbiasa melihat beliau berdua memberi penyuluhan tapi itu tidak membuat aku bisa seperti mereka. Aku memang tidak pemalu seperti dokter gigi museum itu, tapi aku gagap dan suka telat mikir.. penyuluhan dengan anak TK saja masih gak lancar sampai sekarang.
Punya bapak seorang datuk juga sebuah nostalgia tersendiri.. sebagai pemimpin kaum , semua urusan adat di pihak bako (kaumnya bapak) harus di musyawarahkan dengan beliau. Dan yang menyenangkan bagiku adalah hantarannya, #bukan uang loh ya.. berupa makanan yang ditaroh di dalam mangkok bertutup trus dibungkus dengan taplak segi empat. Isinya bisa berupa pisang goreng, sarikaya, ketan kuning, wajik, dll.. jika lagi musim kawin maka makin sering hantaran itu hadir di rumah kami. Tapi yang aku inget bukan makanan dowank, jika ada keluarga besar bapakku yang berselisih paham, entah itu urusan tanah atau rumah tangga, pasti berantemnya berlanjut sampai di rumah kami, hadehhh..
Hal lain yang kuingat tentang bapak adalah kesukaannya bercocok tanam, beternak dan merokok.. kami pernah beternak puluhan ayam kampung dan juga itik yang dilepas ke sawah, jika sudah sore itiknya dipanggil pulang ke kandang sambil kami memeriksa rumpun rerumputan jikalau ada telur itik yang tertinggal di sana. Aku sering bertugas memberi makan itik berupa ubi jalar yang dipotong kotak-kotak kecil.
Sekarang, sudah bertahun jauhnya beliau berpulang ke rahmatullah.. aku masih merasakan kehadiran beliau dari orang-orang sekeliling, yang masih terus mengenangnya. Bertugas di puskesmas sering mempertemukan aku dengan teman dan kerabat beliau yang datang berobat, yang berbinar-binar matanya jika mengetahui bahwa aku, si dokter gigi geje ini ternyata adalah putrinya inyiak Datuk Palimo.. hehhe, biasanya aku cuman cengengesan.
Alfatihah wat Apa..
Kenangan yang tak terlupakan bersama Bapak. Kalau Bapak emakLJ lahir tanggal 27-7-1937, bapak saya (alm) 23-2-1933 sedangkan ibu 31-7-1935 (alhamdulillah saat ini masih sehat, dan masih bisa bantu cucu-cucunya mengerjakan PR, karena dulu beliau adalah seorang guru)…
ded recently posted..JAKARTA – GORONTALO – JAKARTA
Teruntuk Uni Adel Ilyas putri inyiak Datuk Palimo, sungguh anugerah luar biasa kenangan keteladanan ayahanda.
Hebat sekali teknologi uwak shg ..nasinya selalu terhidang hangat karena disimpan dalam selimut tebal…
Salam
prih recently posted..Ganggu gugat
opungku di medan dulu juga pakai bungkus selimut mak ,
atau pakai tempat khusus pakai “dompet raksasa”
susah ah deskripsinya, he..he…
bahan dompetnya itu dari kain tebal berbusa gitu..di dalamnya bisa dimasukin wadah makanan yang besar…makanan jadi tetap hangat
monda recently posted..Weekly Photo Challenge : Big
Hehe WPC Gadang masih terkunci, nitip apresiasi untuk four big: big clock, big wall, big house and big old pan. Big hug untuk Uni mungil.
bapak yang hebat dan sangat inspiratif yah bundo, semoga beliau tenang di atas sana, amiin..
intan rawit recently posted..Mau Pintar?Ayo Main ke Taman Pintar
Kenagnan yang sungguh indah ya, bundo.
Bapak cakep sekali ya, gagah dan berkumis.
Berarti setiap ada hajatan di desa, sudah pasti Bundo dan Keluarga dapat hantaran ya?
Enak juga nih. . . ihihihi
Idah Ceris recently posted..Jeng-jeng Ke Gramedia Jogjakarta
Wuiiihhh…kebayang tuh pas ada yg melanjutkan berantem di rumah Mak *horror*.
Al Fatihah buat Apa-nya eMak…
Orin recently posted..Weekly Photo Challenge : Happy
“kasus istri ngejar2 suami pake parang”?? seru keknya itu Mak dijadiin cerpen mihihihihi
Orin recently posted..(Bukan) Cinta Pertama
Al-fatihah untuk Inyiak Datuak…
Dulu, keberadaan datuak masih sangat strategis dan berfungsi dengan baik. Mereka benar-benar menjadi kepala kaum yang sangat dibutuhkan kehadirannya. Sekarang, malah ada di antara mereka yang menyusahkan kemenakan.. Memprihatinkan ya Bundo…
Bundo… membaca kata demi kata dari tulisan ini, saya merasakan begitu besarnya kebanggaan Bundo terhadap Inyiak Datuak.. Sungguh, saya terharu sangat..
vizon recently posted..the power of we
Beko kalo da Vizon lah pulang kampung bakal diangkat jadi Datuak juo…
pa Tuo recently posted..Kacang Tanah: Artikelku yang bermanfaat bagi orang lain (Edisi bangga)
emmm… diaminin gak ya…?
kalau gelar yang di depan itu, bolehlah diaminin bundo, tapi kalau yang di belakangnya.. piye yo..? *halah*
vizon recently posted..the power of we
Mamak yang menyusahkan kemenakan itu pastinya mamak kami, Uda..
*sungguh, betapa aku tdak menyukainya*
Dewifatma recently posted..Anakku Bukan Urusanmu
papaku juga seumur dengan “Apa”, ulang tahunnya tanggal 1 kemarin ..
btw papa nyebut ayahnya juga “Apa”
Apa datuak ganteng ya mak… pantesan anaknya nggak jauhlah..
kalau datuak sudah tak ada penggantinya siapa mak? harus dipilih lagi atau ikut garis keturunan?
monda recently posted..Weekly Photo Challenge : Big
Selamat ultah buat Apa-nya BuMonda… ^^
Titik recently posted..if only
he..he..aku belum ceritakah beliau sudah tak ada juga….? maaf ya..
Monda recently posted..Weekly Photo Challenge : Big
maaf BuMon…
Doa buat papa’nya BuMon juga…
Titik recently posted..if only
Ka Monda cem mana pulak… masa anak nomer 4 Dt. Palimo dibilang ganteng????? (cek ulang KTP, paspor, PDGI member)
pa Tuo recently posted..Kacang Tanah: Artikelku yang bermanfaat bagi orang lain (Edisi bangga)
Apa-nya Bundo cakep ya, nurun ke putrinya. Semangatnya yang keras juga menurun ke putrinya. Bangganya punya ayah seperti beliau.
Bapak & Ibu juga seumuran dengan Apa. Kalau Bapak 3th lebih tua, kalau Ibu 3th lebih muda ^_^
Titik recently posted..if only
Dt. Palimo Adlis Ilyas … gue bangets… :
(smoker, farmer, driver)
#smokerz:
Vyan RH recently posted..Kacang Tanah: Artikelku yang bermanfaat bagi orang lain (Edisi bangga)
wah salah emo…. : oops:
Vyan RH recently posted..Kacang Tanah: Artikelku yang bermanfaat bagi orang lain (Edisi bangga)
seandainya suatu hari Fadly punya anak perempuan, dan anak perempuan Fadly itu sudah dewasa.
semoga ia juga menuliskan kisah seperti Bundo ini..
Fadly Sansan recently posted..CP: Tak Berarti
ahaha…
aaaamiiin..
putrinya Fadly pasti manggil Bundo uwa..
Fadly Sansan recently posted..CP: Tak Berarti
hihihi..bundo ga mau di panggil uwa..maunya di panggil nenek..
fitrimelinda recently posted..Weekly Photo Challenge: Silhouette
Alfatihah…
Saya seketika terharu membaca artikel ini. Jujur, saya bahkan merinding.Beberapa bagian (menularkan minat baca ke anak2nya, bercocok tanam, PNS dan merokok)sama dgan apa yang pernah saya lihat dan rasakan dulu dr alm bapak saya.
#wahsayakokjadipenginnangisya..
heheeehee….kayaknya saya dan kang Yayat gak sebaya deh bund. Saya masih anak (agak) kemaren sore, kelahiran 80.Mangkanya remaja masa kini toh..?
ikut Al Fatiha pula wat Embah Buyut Datuk… Bapak yang hebat
Alfatihah buat Inyiak Datuak Palimo yang ganteng
Semoga bahagia dialam sana dan begitu juga dengan Adiwar Angku Rajo Dirajo yang nggak kalah ganteng. Alfatihah buat mereka. Amiin.. 
Bundo, apa kabar? Sehat kan?
Dewifatma recently posted..Anakku Bukan Urusanmu
Apa benar2 Ayah yg luar biasa hebatnya, berani menjadi pegawai negeri di zaman Beliau, ya mak….
Dan, anaknya Apa jg gak kalah luar biasanya, sebagai dokter gigi yg suka baca sedari kecil, juga seorang penulis pujangga langit dr Bukik
Al-fathihah mamih kirimkan utk Datuak Palimo A.I,آمِيْنُ… آمِيْنُ… آمِيْنُ… يَا رَبِّ الْعَالَمِينَ
Salam
Mamih recently posted..Cynthia Nixon, Sex And The City
Senang baca cerita bundo ^^
bundooo,,,, pasa birugo yang bundo maksud kan? pasa salasa jo jumat hehehe…jee sering ke sana kalo kuliah cepat pulang, atau menyempatkan ke sana beli angko lapan2 (angko lapan2nya terbaik dari sana) buat di bawa ke padang.
pasar sekecil itu menjual bahan2 masakan lengkap hehehe…
bundo suka beli lamang tapai ya ke sana, besok2 jee beli juga ah… (blm pernah mencicipi lamang tapai di sana hehehee)
jee recently posted..Surealis dalam hujan
Melihat foto almarhum, yakinlah saya bahwa almarhum pastilah gagah dan tampan. Semoga kerupawanan yang ada pada beliau, begitu pula pada amalannya, sehingga kini di alam sana, beliau bahagia di sisi Nya. Amin.
alfatihah..
ii baru berkesempatan baca sekarang bundo..dan cerita bundo buat ii terharu,
kenangan masa kecil bundo seru..
*ayah bundo pasti bangga dgn dokter gigi geje itu…
hehhhe…
Alfatihah untuk Inyiak Adlis Ilyas…
Semoga Beliau di berikan ketenangan dan tempat yang nyaman di alam sana. Ammiiiinnnn
[...] saya pada sosok Uni LJ yang putra seorang datuk, bagaimana beliau berkisah tentang ayahandanya Datuk Palimo, sebagai ayah keluarga dan ayah [...]
EMaaak…hihi… Berkunjung kemari dari link yg ada di blognya Bu Prih…
Wah ternyata begitu sejarah keluarga eMak… Jd tau sdkt lebih bnyk ttg eMak…
Menarik sekali deh masa kecilnya… Ngebayangin cari telur itik itu, ketemu bnyk gak mak..? Hehe… Aku skrg jd mengenang masa2 kecil dlu sm Papaku..
Lyliana Thia recently posted..Teman Yang Dikira Musuh ^_^