Mantra Gerbera
October 4th, 2012 by Adel Ilyas

Scientific name: Gerbera sp.
Common name : African Daisy
Family: Asteraceae
Genus : Gerbera
Spesies : Gerbera jamensonii
Origin: South Africa
Type: Clump – forming perennial
Indonesian name : Herbras
Bukik’s name : Bungo Kopra
all photographs taken at my Mom’s garden
Jenis gerbera dibedakan juga atas struktur helai mahkota bunga, untuk foto di atas menurutku adalah jenis gerbera yang helai mahkota bunganya terdiri dari dua lapis. Ibuku mendapatkannya sekitar tujuh tahun yang lalu dari rumah uni Via, tetangga yang dulu punya usaha kebun bunga untuk dijadikan bunga potong. Di tahun 90-an Aur Kuning pernah dikenal dengan kelompok petani bunga-nya, tapi sekarang sudah tidak lagi karena kebun bunga tersebut sebagian besar sudah menjelma jadi ruko.
Gerbera jenis ini memang memukau, warnanya ngejreng dan susunan helai mahkota bunganya terlihat rapi sehingga cocok untuk dijadikan bunga potong. Menurut info mbah gugel, gerbera sebagai bunga potong bisa tahan selama tiga minggu, mungkin karena cantik dan tahan lama sehingga ia menempati urutan kelima bunga paling populer di dunia setelah mawar , anyelir, krisan , dan tulip.
Menanamnya termasuk mudah, berdasar pengamatanku gerbera yang ditanam di rumah aur masih tetap hidup meskipun tidak terlalu diurus, mungkin karena cuaca sejuk dan hujan yang lumayan sering turun.



Sedangkan tiga gerbera pada foto di atas ini menurutku adalah jenis gerbera yang helai mahkotanya satu lapis. Merupakan tipe yang paling banyak terdapat di ranah minang, bisa dibilang sebagai bungo pusako karena dari zaman baheula ketika rumah aur masih berupa rumah papan dan bilik bambu, bunga ini sudah menghiasi halaman rumah di sekitar tabek yang digunakan orang sekampung buat nyuci dan mandi. Jika ada perombakan halaman dan rumah, posisi bunga ini juga akan berpindah.. ibuku menyukai tanaman ini karena tahan banting dan tidak rewel walau sering dibongkar dan dipindah ke sana ke mari.
Gerbera/herbras/kopra tidak pernah terputus keberadaannya di rumah aur, pernah rumah kami tidak dihuni selama rentang beberapa tahun sehingga banyak tanaman yang mati dan menghilang tapi gerbera merupakan salah satu yang tetap tumbuh, meskipun tidak subur. Karena itu aku meyakini bahwa tiga gerbera yang aku foto di atas itu adalah pusako turunan rumah aur dari zaman berapa puluh tahun yang lalu.
Sampai sekarang jika berjalan di kampung, ke Koto Tuo (kampung Inon) atau ke Koto Gadang, masih banyak ditemui gerbera tipe lama ini di halaman rumah-rumah tua.
gelar tiker dulu ah…, biarpun gambarnya brlum nongol di hape
…, jadi tak sabar lihat si cantik bungo kopra
Gambar2 ini mengingatkan saya dengan alm Nenek yang rajin menanam bunga di halaman rumah.
Bunga ini ditanam seolah mejadi pagar kelompok bunga2 yang lain.Indah sekali, warna yang paling banyak adalah merah atau pink, yang putih agak jarang.
Terimakasih emak LJ telah mengingatkan kembali kenangan masa si;am saya (puluhan tahun yang lalu)
ded recently posted..JAKARTA – GORONTALO – JAKARTA
Amboi cantiknya bunga kopra tiga warna penghias rumah pusaka di bumi aur. Ikutan MS duduk di tiker yang digelar…
prih recently posted..Ganggu gugat
Cantiknya bunga gerbera.. Hebat ya Bun, ditinggal beberapa tahun tetap hidup. Kupikir bunga cantik begitu bakal rewel perawatannya. Ternyata tidak juga.
Salam kangen Bun…
Titik recently posted..if only
Aku nggak tau bunga-bungaan, Bund
Urusan segala bunga di halaman adalah urusan my mama 
Tapi cantik ya bunganya? Bhasa minangnya bungo apa, Bund?
Dewifatma recently posted..Anakku Bukan Urusanmu
kakak adik dengan chrysant ya bunga gerbera ini Mak?
( sok tau si mamih….hehehe )
salam
Mamih recently posted..Komitmen Akan Menjaganya
yang warna pink, bagus…
cantik, saya suka
ini jarang ditemui di Jogja kecuali daerah-daerah sejuk semacam Kaliurang
puchsukahujan recently posted..At Least 2 x 50 Page/Day