taruko–balingka | petualangan sang panaruko #1
September 5th, 2012 by Adel Ilyas
ta·ru·ko = te·ro·ka
me·ne·ro·ka [ma·na·ru·ko] v membuka daerah atau tanah baru (untuk sawah, ladang, dsb); merintis; menjelajahi: para transmigran ~ hutan belantara untuk dijadikan kampung;
pe·ne·ro·ka [pa·na·ru·ko] n pembuka daerah atau tanah baru; pembuka jalan; perintis
_____________________________
Inilah kami, dengan kekuatan langit mencari dusun taruko yang sesungguhnya..
Taruko yang aku kenal selama ini hanyalah sebuah kawasan di kampung Lambah, di mana sebuah kafe cantik bernama Taruko berada. Sama sekali tak terpikir bahwa itu belumlah dusun taruko, masih jauuhhhh satu setengah jam lagi berjalan kaki, tak ada angkot ataupun ojek.
Petualangan ini terjadi gara² sahabatku yang seorang biker, bernama Pati.. malam sebelum berangkat itu Pati sekeluarga datang ke rumah Aur dan aku ceritakanlah bahwa besoknya kami dari Libko akan pergi ke kafe taruko. Pati menyarankan agar jangan langsung pulang setelah dari kafe taruko, langsung saja ke perkampungan berikutnya yang merupakan satu-satunya dusun sebelum masuk ke hutan raya Balingka (waktu Pati mengucapkan itu, aku hanya membayangkan asiknya masuk dusun dan hutan).
Mari nikmati keceriaan kami sebelum terjebak di lingkaran jalan setapak nan tak berujung tersebut..

peserta trip: iya – intan – roni – aul – faris – fadly – cupid – e l j e
Kisah awal perjalanan bisa dikuti juga pada blog anak² yang sudah aku link di atas.. dari Aur Kuning kami naik angkot langsung menuju lambah, harusnya memang tak ada rute Aur Kuning – Lambah, dalam keadaan normal mestinya kita ke pasar bawah dulu, naik angkot nomer 12 menuju ngarai sianok. Tapi karena masih suasana lebaran, pasti macet di dalam kota.. lebih hemat waktu jika minta pada sopir angkot Aur agar langsung ke Ngarai saja.
Supir angkotnya baik, mungkin karena jalur dalam kota teramat macet (H+3 lebaran) maka lebih menguntungkan baginya mengantar kami ke ngarai, ongkos yang dimintanya juga normal saja. Tentu saja selama di angkot aku tak lupa tanamkan rasa bersalah pada botjah² ini bahwa akibat mereka terlambat bangun maka mengakibatkan telat berangkat, akibatnya kena macet dan menyebabkan gak bisa liat kabut di ngarai sianok karena matahari sudah tinggi.. tapi dasar aja anak² yang bawaannya ceria dan kocak, gak mempan dikasih kutukan apapun.
blogger alay (blogalay) dalam bbrp level kealay-an mereka
Oya, lain kali aku akan coba lebih ke hulu lagi.. kemarin kami bermain di cabang sungai yang lebih kecil di arah hulu ternyata asik juga. Penasaran, seperti apakah jika ditelusuri lebih ke hulu lagi..?
Tentang memotret anak-anak alay ini, tentu saja menyenangkan.. pemandangan bagus dan senyum yang ceria selalu tersedia menjadi santapan miss Candy.. tapi itu hanya sementara, pada perjalanan yang lebih sulit berikutnya aku harus teriak² juga agar mereka tersenyum.. #persis yang dulu aku lakukan pada MS.. #tu orang kemana sih, kok belum apdet ajah..?

blogaper (blogger agak laper) ngemil, setelah puas main air..
Sambil ngemil, kami mereka-reka apakah sebaiknya sebutan bagi trip ini..? ada bermacam usulan, salah satunya dari Aul yaitu libko’s malala.. penggunaan kata malala di sini dalam artian pergi jalan-jalan.
Kami semua setuju, karena kegiatan kami hanyalah sekedar main air, meskipun ada yang henponnya kelelep (alhamdulillah gak rusak), sendal jepit hanyut berikut flasdisk hanyut juga, lalu ngobrolin hal-hal kocak sambil ngemil kentang goreng itu memang pas jika disebut malala.
Tapi siapa yang menyangka apa yang terjadi beberapa jam kemudian.. #masihkah kita hanya sekedar malala, wahai Aul..?

blogalang (blogger petualang) menjelang jebakan tak berujung
(salah kasih nomer foto)
Dan semuanya terjadilah, kami terjebak..! lebih tepatnya aku terjebak..
setelah berjalan setengah jam dari kafe taruko, kami tak menemukan tanda² adanya perkampungan. Sempat membujuk anak-anak untuk balik ke jalan raya, tapi terlihat muka mereka menolak. Akhirnya aku menelpon tuan Pati, beliau berkata masih satu jam lagi untuk sampai di perkampungan pertama.. dan beliau menjamin bahwa aku pasti kuat mencapai dusun tersebut.
Baiklah, aku tarik napas dalam… mari kita teruskan berjalan, nak.
ini jilid satu terus, jilid duanya manna?
nggak aci kalau bilang di blognya Libko ya..
monda recently posted..Melepas Selera
ayo dilanjutin Bundo…
Titik recently posted..Tulus
lJ buka tutup moloooo seperti jalanan di puncak
padahal lagi demen komen..
bahkan shoutboxnya pun di lock
** ya sudah pulang sajalah saiyah….**lambaikan tangan dg saputanganmerahjambu
Maren ditutuuup, ndak isa ngoceeehhh…
Fatamorganakah ini?
chocoVanilla recently posted..Truk Bagian Mburi
Indah nian Uni, malala… taroka…setiap pribadi terlibat dalam perjalanan membuka ‘lahan’ baru. Salam
prih recently posted..Ganggu gugat
berkomen riaaa~~
mumpung dibukaaa~~
Fadly Sansan recently posted..CP: Tak Berarti
kesempatan bun…
Hmmm….membayangkan si Delia main air sm si mas Ghani di sini mihihihihi
Orin recently posted..-5- Yoghurt Cisangkuy
waaa… seru ya bundo…
hhehehhe….
*kekeluargaannya kereeen bundo,,,
[...] sehabis lebaran ngajakin trekking anak Libko bareng Cupid juga. Di sinilah aku insyap, bahwa di usia 39 tahun, tanpa pernah olahraga [...]
[...] ceria, siap menghadapi tantangan yang ada di depan mata [jadi ingat pendakian ke hutan raya Balingka.. akunya sudah sesak napas, sedangkan anak-anak masih lantang bernyanyi dan sesekali melompat [...]