Rambai : Buah Nostalgia Penguras Perut
June 16th, 2011 by Adel Ilyas
Dulu semasa masih SD, aku pasti kena marah mama klo ketauan jajan buah ini di sekolah. Dijamin sakit perut soalnya, melilit-lilit tanpa ampun..
entah apakah akunya saja yang sensisitif dengan kadar asam dari buah ini, padahal rasanya asem manis segeeerrr banget..!!!
Nah kemarin, habis bayar listrik aku lihat di pasar mulai banyak yang jualan rambai. Sudah musim rupanya, rambai dan kerabatnya seperti sijantiak tampak memeriahkan pakan raba’a di pasar bawah.
Uni pedagang sedang merangkai rambai
tahukah kawan seiket berapaan..? seribu rupiah saja
eyaampuunnn murah banget. “bali duo jarek, uni..!”
Sampai puskes langsung menikmati sekantong plastik penuh rambai berdua Zani, manis sedikit asem pokoknya nikmat banget. Apalagi makannya sekarang udah gak takut kena marah sama ibuku lagi, semua resiko tanggung sendiri dah..!
Dan ternyata tidak ada yang berubah dengan ketangguhan perutku, sampai rumah bolak balik ke kamar mandi menguras isi perut. Lega siyh.. tapi lemeesss.. **mudah²an berat badanku berkurang barang sekilo dua kilo
.
Rambai
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Malpighiales
Famili:
Phyllanthaceae
Genus:
Baccaurea
Spesies:
B. motleyana
Baccaurea motleyana
Rambai (Baccaurea motleyana) adalah sejenis buah-buahan dan tumbuhan penghasilnya yang tumbuh liar atau setengah liar di kebun-kebun Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia (terutama Sumatera dan Kalimantan). Rambai masih berkerabat dekat dengan menteng / kepundung, bahkan sering tertukarkan. Perbedaannya adalah bahwa bunga dan buah menteng tumbuh di ujung dahan. Selain itu, rambai relatif lebih manis. Di Thailand ia dikenal sebagai mafai-farang.
Wujudnya berupa pohon dengan tinggi 9-12 m dengan tajuk pohon yang lebar. Daunnya hijau mengilap di permukaan atas (ventral) dan agak kecoklatan dan sedikit bermiang di sisi bawah. Daun dapat dapat berukuran hingga 33 cm panjang dan 15 cm lebar. Tumbuhan ini berumah dua (dioecious), sehingga dikenal tumbuhan jantan dan tumbuhan betina. Bunganya harum dan bermahkota kuning.
Benang sarinya dapat mencapai panjang 15 cm dan putiknya bahkan 75 cm. Buahnya berukuran diameter 2 sampai 5 cm dan seperti bunganya tersusun majemuk seperti rantai. Buahnya berkulit agak seperti beludru dengan warna kuning atau coklat muda, berisi 3 sampai 5 biji yang terbungkus oleh daging buah. Daging buah ini dapat dimakan mentah, direbus, atau dibuat selai dan minuman anggur. (sumber : wikipedia)
>>> kawan, daripada mengkonsumsi segala macam obat pencahar. Aku sarankan makan buah rambai saja barang 10 butir dijamin lebih ampuh dibanding d****lax dan jauh lebih murah tentu saja..
![]()
![]()
Tags: Baccaurea motleyana, buah nostalgia, pencahar, rambai, sijantiak
itu saran ente tidak berlaku untuk ane…
Owh buah yang itu.. di Jawa Barat ada yang nyebut dengan nama “kokosan”, rasanya asem tidak disarankan bagi penderita penyakit lambung..