Setentang Sungai Pingai
May 20th, 2012 by Adel Ilyas
Masih ingat dengan phiNgai..? iya botjah manis itu, yang mencintai Lembah Anai, sungai beserta ngarai.. yang kadang baik perangai, meskipun seringnya menyeringai.
Ada beberapa teman yang bertanya kepada aku selaku eMaknya, apakah artinya Phingai, mengapa namanya Phingai..? ada yang mengira itu nama lelaki, ada juga yang bilang seperti nama Thailand.
Pertama kali ide memberi nama Phingai adalah gegara aku setiap hari melewati sekelompok pertokoan yang nama-namanya berakhiran Pingai, di antaranya Putra Pingai dan Sidi Pingai. Menilik dari nama toko yang seperti itu, berkemungkinan pemiliknya berasal dari sebuah kampung bernama Pingai. Tapi tanpa mencari tahu terlebih dahulu, nama Phingai sudah langsung kusematkan pada si Ngai, dan nama tersebut berhasil melekat dengan baik.
Berikutnya aku mulai gugling mencari tahu, di manakah negeri Pingai tersebut..? hasil penelusuran akhirnya aku menemukan jorong/korong (dusun) bernama Sungai Pingai. Dusun Sungai Pingai berada di dalam Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. kec. IV Koto Aur Malintang, kab. Padang Pariaman.

Meskipun dusun ini tidak begitu dikenal orang banyak dan aku tidak begitu tau persis di mana letaknya, tapi aku beruntung karena ada seorang wartawan bernama Bapak Armen Zulkarnain yang cukup rajin menghadirkan foto-foto keindahan alam di Pariaman, berikut beberapa bidikan keindahan nagari Koto Aur Malintang.


Di ranah minang lazim penggunaan kata sungai untuk sebuah nama kampung, seperti Sungai Tarab, Sungai Tanang dan Sungai Janiah. Biasanya kampung tersebut memang dilalui oleh sungai, tapi dengan nama sungai yang tidak sama.. #blibet
contohnya sungai tarab, di sana ada sungai dan mata air yang mengalir bernama bulakan, sedangkan sungai yang bernama Tarab justru tidak ada. Karena nama sungai biasanya diawali dengan kata Batang, seperti Batang Sianok, Batang Agam, Batang Anai.
Begitu juga adanya dengan dusun Sungai Pingai ini, tidak ada sungai yang bernama Pingai. Di kampung Koto Aur Malintang tersebut terdapat sebuah batang air yang mempunyai lubuk larangan. Kemungkinan nama batang airnya adalah Batang Alahan yang airnya berasal dari Batang Antokan *cmiiw.


Menarik sekali lubuk larangan yang terdapat di kampung ini, tidak seperti di kampung lain yang ikannya dianggap sakti dan terlarang untuk dikonsumsi. Di sini justru ikannya rutin dipanen sekali setahun, hasilnya digunakan untuk membantu pembangunan jembatan sederhana dll.

Betapa menyenangkan jika aku bisa melihat langsung pemanenan ikan di lubuk larangan tersebut. Di Bukittinggi sudah tidak ada batang air yang punya lubuk seperti ini #Uni evi sudah gemas dengan kenyataan makin menciutnya ukuran batang air dan keruhnya air yang mengalir. #hedeehhh.
Bagiku serasa mimpi melihat pemandangan di atas, betapa meriahnya kegiatan memanen ikan khas lubuk tersebut, antara lain : ikan leman, raya, baung, gariang, nila dan ikan panjang. Jadi kepikiran kelak bagaimana anak cucu bakal ngerti makna peribahasa “Lain Lubuk Lain Ikannya..” lhah lubuknya saja kita sudah tidak punya..?!
Padahal jika sungai dijaga, ikan berkembang biak di lubuk, yang beruntung kita juga. Selain untuk menjaga kelestarian sungai, juga bisa menopang perekonomian dan pembangunan kampung.
Ya sudah, sekian hasil penelusuranku tentang asal usul nama si Phingai, seru juga ternyata.
Insya Allah suatu waktu aku akan ke sana, siapa mau ikuuut..?
*semua foto milik Bapak Armen Zulkarnain
*terimakasih, Pak.
Tags: batang antokan, lubuk, Nagari III Koto Aur Malintang, ngai, Padang Pariaman, Phingai, sungai, sungai pingai
Ya Allah May, melihat foto2nya aku ingin pulak kesitu. Tapi gak tahu deh kapan bisa pulang kampung lagi secara ibu-bapak sdh kami angkut habis ke sini
Oh nama Phingai berasal dari reka-reka yang berakhir cantik ya May. Disebutnya saja manis…Orang juga pasti gitu juga ya…secara avatar cut-nya sempurna gitu..
Duh kalau kita bareng hunting foto2 sungai, seperti batang antokan itu seru kali yah..Waktu ke Maninjau aku juga motret Batang Antokan..Tapi waktu itu masih narsis habis, kebanyakan ada muka mulu hehehe..
Evi recently posted..Kue Lapis : Kreativitas dan Kesabaran
Uni Adel, saya ikutan daftar di belakang Uni Evi ya, wuih alam Pariaman cantik nian.
Nama daerah yabng diadopsi dari sungai mirip dengan Jabar ya dengan ‘ci…’ nya.
Salam
prih recently posted..Pesona Rana Maya
Jadi critanya bikin nama dulu baru cari maknanya to
Itu sungai jernih banget, mak, jadi pengen nyuci pakaian aja nih bawaannya.
kirain Ngai itu nama imutnya ngambil dari singa he…he…,
panen Dari lubuk itu bisa ton2an? sampe bisa dipake bikin jembatan
Monda recently posted..Musim Bunga
hebat banget… pertama foto fotonya bagus banget…
kedua tuh acara panen meriah banget ya… seneng lihatnya….
applausr recently posted..Sampai kapan kita harus tetap belajar?
Ooohh… Jadi Ngai suka ikutan panen ikan di lubuk, gitu ya Mak? #eh? qiqiqiqi
Orin recently posted..Weekly Photo Challenge : Hands
Oohh..begitu ceritanya…
Angguk2..
Waahh..Aku bakalan betah kalo tinggal di dusun itu, menikmati pemandangan yang ijo2..
Mak..aku pengen di poto di tengah jalan itu..dan main air di sungai ..!!
Nchie recently posted..Hari Ini Milik Aku..Milik Anda..
belom pernah kesini…
Vyan RH recently posted..Hobby bukan sekedar pemborosan tapi menghasilkan
hehe bisa komen dari tempat lain…
Vyan RH recently posted..Hobby bukan sekedar pemborosan tapi menghasilkan
Cuma lewat doang bukan mampir..
Vyan RH recently posted..Menemui error ketika komentar di beberapa blog
Ingat masa kecil, suka cari ikan di sungai Brantas dengan mencuri-curi, takut dimarah emak
Pakde Cholik recently posted..Kontes Unggulan: Indonesia Bangkit
abis mudik nanti, sepertinya menjelajah Sumatera Barat seru nih. apalagi buat yang senang main basah2an kayak aku ini xixixi … ga tahan aja rasanya liat air bening,s ecara gitu kan di Jakarta tau sendiri airnya kayak apa hehehe
Jadi Ngai apa kabarnya Mak? Jarang beredar kayaknya sekarang yah?
Jadi Ngai lg UN Mak? bagus ga nilai dia? walopun main di sungai mulu pasti cerdas kan? namanya jg anaknya eMak
Orin recently posted..Senggigi, Tunggu Aku!
Huaaa inget ngusulin yang sok tau ituh
Banyak tempat indah … Lelly tuh pengen ke sono …
Kampung kekasihku di Parit Malintang, Mak
Tahun lalu pulang untuk memakamkan ayahandanya. Dan sempat pula ke sungai entah apa namanya, yang jerniiiiiiih banget.
Bola nak ke sana ajaklah aku, Mak
chocoVanilla recently posted..Lukisan Cinta, Episode 11
seru ya bisa panen ikan bareng-bareng, boleh dibawa pulang juga ga tu bunda?hihi
intan rawit recently posted..Selangkah Lagi Menuju Kampus Impian
Ikutttt,,, terutama pas kegiatan panen ikan… habis cebur2an di kali, trus bakar ikan,, ehmmm sedapnyoooo..
*iyha mikirnya makan muluuu, hihihi
advertiyha recently posted..Word Kosong
Senang juga rasanya ada orang yang tertarik ke kampung aku,
jadi ingat semasa aku kecil dulu disana, Air sungainya jernih dan aku sering mandi di kali itu,
Skrg aku di Jakarta dah jarang pulang kampung