puisi nukilan hati
December 29th, 2011 by Adel Ilyas
by: LJ
.. aku adalah hati ibu yang remuk karena mendengar salah seorang anak melolong meratap dalam kematian yang jauh lebih dahsyat daripada maut.
[nukilan hal 402, Ronggeng Dukuh Paruk]

Ini hanya beberapa nukilan tentang ibu dari puluhan puisi menari di halaman rumah puisi Taufiq Ismail. Kalimat indah tersebut dicetak di atas bahan tahan air, sehingga bisa kuat berada di halaman rumah puisi dalam waktu yang cukup lama. Tema puisi yang dipasang di sana tampaknya bergantiganti, dulu pernah berisi quote dari orangorang terkenal yang berkata tentang puisi. Setelah itu puisipuisi terkenal dari penyair beken, dan terakhir kali aku ke sana terlihat nukilan dari banyak buku bagus, yang tidak semuanya aku kenal.
Adalah agak terlambat untuk aku menyadarinya, bahwa puisi memang bisa berasal dari mana saja. Boleh menukil dari buku, dari ucap, prilaku, perjalanan hidup dan tentu saja semua itu adalah nukilan hati.
Alam takambang jadi puisi, sungguh.
Tags: ahmad tohari, ibu, menukil, nukilan, puisi, ronggeng dukuh paruk, Rumah Puisi, Taufiq Ismail
deuh… ada yang abis jalan-jalan ke Rumah Puisi euy…
uncle Joe recently posted..Surprise 27 Desember 2011….!!! Kejutan di akhir tahun
penulisnya kok plinplan harusnya kan by Adel Ilyas disingkat AI, tapi liat di deket avatar tertulis LJ..???
***ketularan galau dari Inon kayanya…
uncle Joe recently posted..Surprise 27 Desember 2011….!!! Kejutan di akhir tahun
cuman mau tes gravatar ajah..
Ngai recently posted..segala yang tidak
Mak, ini yang waktu terakhir kita kesana ya,
yang mamih gak ikut turun ….
waktu itu kan kita perginya sama anak2 jamurnya Pak tuo yaa…
salam
bunda lily recently posted..Kenapa Kaca Spion Mobil Kecil ?
Kadang ketika bengong di angkot pun puisi bisa tercipta..
tukangpoto recently posted..Sewa Ruang Kantor Jakarta Murah
saya suka salut sama mereka yang mudah membuat puisi. Lagi mencari puisi untuk presiden yang dibawakan Taufik Ismail beberapa waktu yang lalu. Barangkali punya Bun ?
yayats38 recently posted..Melihat Cahaya Cinta
Hebaaaattttt … bisa dapet ….

makasih ya
yang di RDP seolah saya belum pernah baca, pdahal sudah saya baca berulang-ulang bahkan dua versi sudah saya baca semuanya
narno recently posted..Akhirnya Terserah Kau
seolah-olah Bundo, bukan berarti saya meragukan data dari Bundo, maklum kadang sesuatu terasa baru padahal sudah kenal sangat lama
narno recently posted..Akhirnya Terserah Kau
yang di RDP itu versi lama apa versi baru Bundo?
narno recently posted..Akhirnya Terserah Kau
ya, nanti akan saya lacak sendiri di lemarikayuku.com
narno recently posted..Akhirnya Terserah Kau
tak punya lemari besi
narno recently posted..Tentangmu
komentarnya idem aja lah sama kang Yayat
#paling rieut ngomentarin puisi
Sangsaka recently posted..Jadikan 2012 Sebuah Momentum Penuh Cinta
Kalo idem berarti minta puisinya taufik ismail … ni saya copasin, bantuin Bundo biar gak ngulang pekerjaan yang sama :
Kepada Saudaraku Presiden Republik Indonesia,
Selamat hari jadi hari ini,
Semoga dalam mengemban tugas yang sangat berat ini Anda dalam kesehatan dan dianugerahi kekuatan,
Karena sepanjang sejarah negara kita belum pernah ruwetnya masalah yang membelit bangsa seruwet sekarang ini
Ini contoh lagi Saudaraku Presiden Republik Indonesia,
Kita hidup di jaman ketika perilaku bangsa mulai berubah,
Sedikit-sedikit tersinggung, acung kepalan dan marah-marah,
lalu merusak, membakar dan menumpahkan darah,
menggoyang-goyang pagar besi hingga rebah,
Berteriak dengan kata-kata sumpah serapah,
Sungguh sirna citra bangsa yang ramah tamah
Saudaraku Presiden Republik Indonesia,
Bukan kepalang beban tanggungjawab yang Anda pikul
lebih berat dari jaman-jaman sebelumnya,
jauh, jauh lebih berat,
Bersihkanlah yang kotor-kotor dari pemerintahan Anda
Haha… alim ah bu Guru
Sangsaka recently posted..Jadikan 2012 Sebuah Momentum Penuh Cinta
Doh.. udah lama punya niat untuk mampir ke rumah puisi itu, tidak juga pernah kesampaian… Kalau besok-besok pulkam lagi, harus ke sana *mengepalkan tinju, membulatkan tekad, merapal mantra*
vizon recently posted..lihat lebih dekat
udah di cek sama Mamih ,Mak
harga menginap di cottage nya Rumah Puisi
per hari nya rp800ribu termasuk makan pagi……..
jadi, buat mamih sih , paling sip nginepnya di rumah aur ajah …. xixixi…
selain gratis , nyaman , juga ada orang tercintah di rumah aur …
(peluk rindu)
salam
bunda lily recently posted..Lelah Itu Nikmat
Ahmad Tohari pastilah orang Jawa Tengah…
Nggak mungkinlah dia itu orang Makassar atau Medan…
marsudiyanto recently posted..Rejeki
Tohari mantabh pisan ya mak puisinya..
Orin recently posted..Welcome 2012
Suka dengan triloginya kang Ahmad Tohari ya Uni Adel: Lintang Kemukus Dini hari, Ronggeng Dukuh Paruk, dan Jentera Bianglala. selamat beraktivitasa di tahun 2012, salam
prih recently posted..Pesona Tranggulasi
Nggak usah niru2 lho
kalau di depan rumah dipajang aneka gigi malah ora apik.
salam
Mantos recently posted..Big Dinner Alone